Aksi keji penyiksaan fisik dilakukan oleh seorang ayah berinisial P (48) terhadap anak kandungnya yang masih berusia sekitar 5 tahun. Lebih miris lagi, aksi sadis tersebut direkam sendiri oleh pelaku dengan tujuan mendapatkan uang dari istrinya yang bekerja sebagai buruh migran.
Video aksi penganiayaan tersebut kemudian beredar luas di media sosial memicu hingga kemarahan masyarakat. Tak terkecuali aparat kepolisian. Polres Sragen pun bertindak cepat dan mengamankan pelaku.
Pria warga Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen itu akhirnya diamankan setelah sempat melarikan diri ke wilayah Kabupaten Boyolali. Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku.
"Alhamdulillah, pada hari Sabtu 21 Februari lalu, sekitar siang hari, Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen telah berhasil mengamankan terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak," ujar Kapolres.
Penangkapan pelaku dilakukan di wilayah Boyolali, setelah tim melakukan pelacakan intensif menyusul viral-nya video kekerasan tersebut. Fakta yang lebih menggegerkan, video penganiayaan itu diketahui direkam sendiri oleh pelaku saat melampiaskan kekerasan terhadap korban.
Kapolres Sragen menambahkan, kondisi korban maupun pelaku saat ini dilaporkan dalam keadaan cukup baik. Namun demikian, demi memastikan keselamatan dan kesehatan korban secara menyeluruh, pihaknya berkoordinasi dengan tenaga medis untuk penanganan lanjutan.
"Korban dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut," katanya.
Terkait proses hukum, dikatakan Kapolres, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih terus melakukan pendalaman.
Kapolres menyampaikan, terbongkarnya kasus ini bermula dari laporan dan informasi masyarakat melalui media sosial tentang adanya dugaan tindak penganiayaan terhadap anak yang terekam dalam sebuah video. Dalam rekaman tersebut, seorang pria tega menganiaya anak perempuan yang belakangan diketahui merupakan anak kandungnya sendiri.
"Dari hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa pelaku merupakan ayah kandung korban. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan anak serta pengawasan terhadap kekerasan dalam rumah tangga," ungkapnya.
Dugaan Motif pelaku
Diduga kuat, pelaku sengaja berbuat kekerasan tersebut sebagai bentuk ancaman kepada istrinya. Ia ingin meminta uang istrinya yang bekerja sebagai buruh migran.
Diduga P mengirimkan video penganiayaan itu dengan harapan sang istri merasa iba atau takut, sehingga segera mengirimkan uang. Namun, rencana bulus tersebut berbalik arah setelah video tersebut bocor dan viral di media sosial.
Dalam sebuah unggahan yang beredar luas di grup medsos seorang netizen membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat bukti-bukti tindakan pelaku. Tak hanya itu, diunggah pula foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Purwanto, pria kelahiran Sragen tahun 1976 yang diduga pelaku.
Dalam foto tersebut, tampak wajah pelaku dengan rambut agak berantakan. Setelah aksi kekerasan itu viral P menjadi buronan aparat kepolisian.
Sadar dirinya menjadi incaran Polisi P langsung melarikan diri menggunakan mobil dengan membawa lima anaknya, sementara satu anak lainnya dititipkan kepada kerabat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, P diketahui merawat 6 orang anak. Dua anak berasal dari istrinya yang kini bekerja di luar negeri, sementara 4 lainnya merupakan anak dari pernikahan dengan istri lain yang belum diketahui keberadaannya.
Advertisement
Plt Camat Benarkan Video
Pelaksana Tugas (PLt) Camat Gesi, Dion Henry, membenarkan video penganiayaan terhadap anak terjadi di wilayahnya. Menurutnya bahwa pihak berwenang telah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang merupakan sang ayah.
Pelarian pelaku mulai terendus saat mobil yang digunakannya ditemukan terlantar di wilayah Kabupaten Boyolali.
"Di dalam mobil yang ditemukan di Boyolali, terdapat empat orang anak. Saat ini mereka (Anak-anak) sudah diamankan dan berada dalam perawatan Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," ucap Dion Sabtu 21 Februari.
Advertisement
Camat Koordinasi dengan Polisi
Meski 4 anak telah berhasil diselamatkan, pelaku diketahui berhasil meloloskan diri dari kepungan. Dalam pelarian P diduga membawa serta anak yang menjadi korban penganiayaan di dalam video tersebut.
"Muspika Gesi terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau situasi dan perkembangan di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan anak yang dibawa pelaku," pungkas Dion.