Purwakarta disebut darurat akidah, ini kata ketum PBNU

Selasa, 15 Desember 2015 04:07 Reporter : Bram Salam
Purwakarta disebut darurat akidah, ini kata ketum PBNU Ketua PBNU Said Agil Siraj angkat bicara soal darurat aqidah di Purwakarta. ©2015 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj mengomentari tudingan salah satu ormas Islam, yang menyebutkan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dalam kondisi darurat akidah.

Terkait tudingan itu, Said meminta masyarakat Purwakarta tetap tenang, dan tak menghiraukan tudingan yang dianggapnya sebagai pernyataan yang tidak usah ditanggapi. Hal itu agar tidak memicu konflik.

"Bagusnya tidak dihiraukan," kata Said usai memberikan Ceramah Maulid Nabi di Pendopo Purwakarta, Senin (14/12).

Namun Said menyatakan jika dianggap sudah di ambang batas meresahkan, dan melakukan provokasi, lebih baik ormas itu dibubarkan. "Tapi, kalau memang meresahkan dan memprovokasi, lebih baik ormas seperti itu dibubarkan saja," ujarnya.

Said juga mengimbau agar cara berdakwah selalu mengedepankan ketenangan dan kedamaian. "Lihat cara berdakwah Rasulullah yang selalu mengedepankan ketenangan dan kedamaian, seperti yang beliau lakukan ketika berdakwah di Mekkah," paparnya.

Menurut Said, selama 13 tahun berdakwah, Rasulullah tidak langsung menghancurkan berhala terlebih dahulu. Namun, beliau selalu lebih mengedepankan ketenangan dalam berdakwah.

Rasulullah, kata Said melanjutkan, berusaha menghormati budaya. Seperti yang beliau lakukan di Madinah, dengan tetap menghormati peradaban dan membangun asimilasi budaya karena di sana banyak suku bangsa baik yang muslim maupun non muslim. "Rasulullah selalu memperlakukan masyarakatnya sama, tidak menghendaki permusuhan kecuali yang melanggar hukum," jelasnya.

Seharusnya, tambah Said, di Indonesia pun demikian. Penyebaran Islam jangan sampai meninggalkan pendekatan budaya dan tidak menimbulkan perang apalagi pertumpahan darah. Apalagi Indonesia memiliki keberagaman suku dan budaya. "Islam adalah agama terbuka dengan budaya. Islam datang sejak berdirinya Majapahit, dan berkembang menggunakan pendekatan budaya tanpa adanya paksaan," pungkasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. PBNU
  2. Purwakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini