Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pupuk toleransi, ratusan pelajar 5 agama di Purwakarta makan bersama

Pupuk toleransi, ratusan pelajar 5 agama di Purwakarta makan bersama Toleransi beragama di Purwakarta. ©2016 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sedikitnya lima ratus pelajar di Kabupaten Purwakarta, dari lima agama berbeda melakukan botram atau makan bersama sebagai bentuk pembelajaran memupuk rasa toleransi. Acara digelar di Bale Paseban Pendopo Pemda Purwakarta, Kamis (3/11).

Para pelajar terlihat berbaur satu sama lain tanpa melihat perbedaan agama, meski mereka terlihat mengenakan atribut keagamaan masing-masing. Kegiatan ini pun dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing pelajar.

Di sela-sela acara Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi hadir dan sempat memanggil satu persatu pelajar dari lima agama berbeda. Kepada mereka, Dedi melontarkan satu pertanyaan yang sama, yakni mengenai kondisi beragama dan perkembangan Purwakarta.

Dari sekian banyak pelajar perwakilan pelajar protestan, Cristina, seorang pendatang asal Medan mengaku sangat kerasan dengan kondisi pendidikan di Purwakarta. Menurutnya, keberagaman yang ada menjadikan para pelajar tetap saling menghormati dengan rasa toleransi.

"Tapi Pak, masih banyak pelajar tawuran dan bolos. Padahal semua sekolah gratis fasilitas sudah baik," ujar Cristina.

"Kan sudah tahu sendiri ada empat sekolah yang terkenal sering tawuran dan ditutup oleh pemerintah, tapi kan di pengadilan mereka menang. Nah sekarang kalau sudah banyak pelajar yang mendukung mungkin kalau mereka tawuran lagi kita akan tutup lagi. Tapi justru tugas kita disini adalah untuk menasihati para pelajar yang sering bermasalah," jawab Dedi.

Sedangkan Putri Dewi, pelajar beragama Budha yang bersekolah di Gereja Salib Suci (Yos Sudarso) meminta agar pemerintah menyediakan guru agama Budha untuk mengajar puluhan pelajar yang seiman dengannya.

"Sekarang kan kita masih dalam tahap seleksi. Nanti pertanggal 1 Desember, bulan depan semua agama akan punya guru masing-masing. Total yang kita siapkan kan ada sekira 560-an guru untuk mengajar pelajar dari Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu, dan Khong Hucu," jelas Dedi.

Sementara, Ketua Satgas Toleransi Purwakarta Jhon Dien menjelaskan bahwa betapa pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama. Selain itu kata Jhon sejak dini, nilai-nilai toleransi ini harus ditanamkan kepada para pelajar di Purwakarta maupun daerah lain di Indonesia.

"Kami kemas dengan Botram ini agar acaranya santai tetapi substansinya bisa kita tekankan untuk pendidikan toleransi berbangsa dan bernegara juga bermasyarakat," ujar Jhon. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP