Puluhan tahun kering, sungai di Karangasem ini tiba-tiba dipenuhi lumpur
Merdeka.com - Puluhan tahun kering, sungai di Desa Tianyar, Karangasem, Bali dialiri lahar dingin Gunung Agung. Namun bedanya, material lahar dingin berupa lumpur kental berwarna abu abu.
"Iya pak seperti adukan semen sama pasir. Kental sekali, sungai ini kering puluhan tahun tidak pernah ada air mengalir walau hujan lebat. Baru sekarang dialiri endapan lahar dingin yang kental," tutur Sangayu, warga Tianyar Karangasem, Senin (27/11).
Sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut mengabadikan dengan merekam video lewat HP ada juga yang memotret.
Lumpur kental warna abu abu itu bergerak pelan. Beda halnya dengan lahar dingin di wilayah lain yang deras.
"Kata kakek saya, di sungai ini dulu daerah aliran lahar menuju laut," pungkasnya.
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika sudah mengetahui fenomena alam tersebut.
"Fenomena itu agak aneh, sungainya kering, jarang ada air kemudian aliran lahar. Lahar itu materialnya bukan abu seperti adukan semen beton," ungkapnya.
Dia menjelaskan, material lahar ini berasal dari perut gunung yang keluar karena ada tekanan magma dari bawah. Hal ini yang menyebabkan terperasnya air tanah di Gunung Agung.
"Terperasnya magma kemudian keluar ke zona yang lemah kemudian keluar dan jadi lahar," jelasnya.
Dia menerangkan, bahwa lahar dingin yang berada di Sungai Yeh Sah itu dari abu vulkanik yang campur dengan air.
"Kalau yang jalur selatan, sudah keluar lahar debitnya juga aneh,"tutupnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya