Profil Dahlan Iskan, Eks Menteri BUMN Era SBY Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Penggelapan

Pengacara Dahlan Iskan mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi dari pihak berwenang mengenai status hukum kliennya.

NAIS
Oleh NAIS - Reporter
Profil Dahlan Iskan, Eks Menteri BUMN Era SBY Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Penggelapan
Ekspresi mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Dahlan Iskan diperiksa terkai (© 2025 Liputan6.com)

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan dikabarkan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengelapan dan pemalsuan dokumen. Kasus ini ditangani Polda Jawa Timur.

Selain Dahlan Iskan, mantan Direktur Jawa Pos, Nany Wijaya (NW) juga disebut-sebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama.

Namun, pengacara Dahlan Iskan mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi dari pihak berwenang mengenai status hukum kliennya.

"Hingga saat ini, kami belum menerima surat pemberitahuan resmi apa pun dari pihak berwenang terkait informasi yang beredar di media mengenai status hukum klien kami," kata kuasa hukum Dahlan Iskan dalam keterangan tertulis, Rabu (3/7).

Profil Dahlan Iskan

Nama Dahlan Iskan tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Dia dikenal berkat kiprahnya yang panjang dalam dunia jurnalistik dan pemerintahan.

Karier pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, pada 17 Agustus 1951 itu dimulai sebagai reporter di Samarinda, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya bergabung dengan Majalah Tempo. Puncak kariernya di dunia jurnalistik adalah saat memimpin surat kabar Jawa Pos. Dia menjabat sejak tahun 1982 hingga 2002.

Di bawah kepemimpinannya, Jawa Pos berkembang pesat dari yang hampir gulung tikar. Oplahnya meningkat drastis dari 6.000 menjadi 500.000 eksemplar hanya dalam waktu lima tahun. Dia juga menjabat sebagai CEO Jawa Pos dan Jawa Pos News Network.

Setelah itu, Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dia menjabat dari tahun 2009 hingga 2011. Selama masa jabatannya, dia berfokus pada peningkatan efisiensi dan keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.

Pensiun dari PLN, Dahlan Iskan ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menjabat pada Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2011-2014. Masa jabatannya ditandai dengan upaya restrukturisasi aset dan downsizing sejumlah badan usaha.

Dahlan Iskan dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan dan tidak takut untuk melakukan perubahan. Hal ini membuatnya menjadi salah satu menteri yang paling populer di era pemerintahan SBY.

Setelah masa jabatannya sebagai menteri berakhir, dia mendirikan DISWAY, sebuah platform media digital. DISWAY menjadi wadah baginya untuk terus berkontribusi dalam dunia jurnalistik. Dia tetap aktif menulis dan memberikan pandangannya tentang berbagai isu terkini.

Pernah Terseret Kasus Pelepasan Aset BUMD Jatim

Dahlan Iskan dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sederhana. Dia tetap mempertahankan gaya hidup sederhana bahkan saat menjabat sebagai menteri.

Pada 2007, Dahlan menjalani operasi transplantasi hati di China akibat penyakit yang dideritanya. Pengalaman ini dia tuangkan dalam buku berjudul "Ganti Hati" yang diterbitkan pada 2008.

Dahlan Iskan pernah menghadapi kasus hukum terkait pelepasan aset BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha. Dia sempat divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, namun kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi. Kasasi jaksa ditolak oleh Mahkamah Agung pada 2019.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2010, kekayaan mantan Menteri BUMN ini tercatat mencapai sekitar Rp48,8 miliar setelah dikurangi utang.

Berikut rincian hartanya:

- Aset Tidak Bergerak (tanah dan bangunan): Rp8,6 miliar

- Aset Bergerak: Rp2,5 miliar

- Surat Berharga: Rp120 miliar

- Giro dan Setara Kas: Rp19,9 miliar

- Utang: Rp102,3 miliar .

Halaman
Rekomendasi