Presiden Mahasiswa IPB: Ini September Berdarah

Selasa, 1 Oktober 2019 18:15 Reporter : Merdeka
Presiden Mahasiswa IPB: Ini September Berdarah Bentrokan di depan Gedung BPK. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Presiden Mahasiswa IPB, Muhammad Nurdiansyah mengatakan, berbagai kasus mewarnai September 2019. Dia memberikan julukan bulan tersebut dengan September berdarah.

"Kami memaknai September ini menjadi September berdarah," katanya, Selasa (1/10).

Dia membeberkan, berbagai kasus yang terjadi selama September 2019. Diantaranya pengesahan Revisi Undang-Undang KPK, kematian mahasiswa, kebakaran hutan dan lahan, serta kasus diskriminasi di Papua.

Nurdiansyah menyampaikan hal tersebut di hadapan ribuan mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di ruas jalan di dekat Restoran Pulau Dua di samping Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Dia menyoroti tewasnya dua mahasiswa di Kendari saat melakukan aksi di Gedung DPRD Sultra. Nurdiansyah mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kematian Randi dan Yusuf.

"Hal ini menjadi bukti bahwa mahasiswa menjunjung tinggi solidaritas yang sama kita bergerak atas dasar nama kemanusiaan," ujarnya.

Nurdiansyah juga mendesak kepada aparat lebih mengedepankan sikap humanis ketimbang represif. Menurutnya, mahasiswa yang berdemonstrasi tidak membawa alat apapun kecuali almamater.

"Kami tidak membawa senjata apapun. Kita juga bukan hewan yang bisa ditembaki. Kita ini manusia. Mahasiswa juga menyuarakan berdasarkan keresahan masyarakat," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini