Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya, siswa yang menjadi penerima MBG malas mencuci tangan.
Anak-anak yang malas mencuci tangan, kata Prabowo, kemungkinan dipengaruhi kebiasaan sehari-hari di rumah. Selain malas mencuci tangan, ada juga pelajar yang tidak mau menggunakan sendok saat makan MBG.
Tantangan ini dilihat langsung Prabowo saat mengunjungi sekolah-sekolah yang melaksanakan MBG.
“Selain ada anak-anak yang males cuci tangan, tidak mau pakai sendok,” ungkap Prabowo saat memimpin sidang kabinet di Istana Negara Jakarta, Senin (5/5).
Tantangan lain, lanjut Prabowo, ada siswa yang tidak cocok minum susu atau dikenal dengan istilah lactose intolerant. Lactose intolerant adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa, gula yang ada dalam susu dan produk olahannya.
Siswa yang mengalami lactose intolerant mengalami diare usai minum susu dari MBG. Namun, kata Prabowo, kondisi itu hanya terjadi dalam dua minggu pertama.
“Dia butuh waktu penyesuuaian, tapi on the hold MBG ini adalah sesuatu cukup membanggakan,” ucap Prabowo.
Bill Gates akan Temui Prabowo
Prabowo kemudian mengungkapkan, pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Bill Gates akan menemuinya pada Rabu, 7 Mei 2024. Bill Gates disebut akan menyatakan dukungan terhadap program MBG.
“Tokoh dunia namanya Bill Gates akan datang ke kita minta ketemu saya, sudah lama beliau minta ketemu, kalau tidak salah surat dari November. Minta ketemu antara lain mau menyatakan dukungan dan penghargaan atas MBG kita,” kata Prabowo.
Prabowo siap menyambut kedatangan Bill Gates. Namun, dia enggan merasa bangga terlebih dahulu atas pelaksanaan program MBG. Sebab, MBG baru menjangkau 2.053.248 penerima manfaat di seluruh Indonesia per 12 Maret 2025.
“Kalau kita bisa selenggarakan antar makanan tiap hari ke 82,9 juta rakyat kita, dalam keadaan bersih, keadaan aman, keadaan bergizi pada saat itu lah boleh kita terima ucapan selamat,” ucap Prabowo.
Prabowo mengaku belum mengetahui apakah Bill Gates akan membantu program MBG. Dia menegaskan, Indonesia tetap melaksanakan program MBG tanpa bantuan dari pihak lain.
“Saya katakan bahwa kita diberi bantuan tidak diberi bantuan, diberi penghargaan tidak diberi penghargaan, kita laksanakan ini karena ini benar, dan ini suatu investasi di anak kita, dan kita harus kurangi kemiskinan di rakyat kita,” ujarnya.