Prabowo Didampingi Menhan Cek Latihan Kontingen TNI Sebelum Tampil di Parade Militer Prancis

Para kontingen yang terdiri dari tiga matra itu menampilkan marching band. Mereka juga membawa bendera Indonesia dan Prancis.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Didampingi Menhan Cek Latihan Kontingen TNI Sebelum Tampil di Parade Militer Prancis
Prabowo Didampingi Menhan Cek Latihan Kontingen TNI Sebelum Tampil di Parade Militer Prancis (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto mengecek kesiapan kontingen Indonesia yang akan mengikuti defile atau parade militer pada acara Bastille Day di Prancis pada 14 Juli 2024. Para kontingen TNI itu latihan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (1/7).

Prabowo tampak didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Para kontingen yang terdiri dari tiga matra itu menampilkan marching band. Mereka juga membawa bendera Indonesia dan Prancis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo mengingatkan para kontingen untuk menampilkan defile terbaik saat Bastille Day. Sebab, ini merupakan undangan langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Ya tentunya kalau masukan lebih kepada, beliau menekankan supaya adik-adik yang akan dikirim menjadi kontingen menampilkan yang terbaik, karena ini sebuah undangan yang itu adalah kehormatan bagi bangsa kita," jelas Prasetyo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (1/7).

Menurut dia, kesempatan untuk mengikuti defile saat Bastille Day di Prancis merupakan kehormatan yang luar biasa. Untuk itu, Prabowo berpesan agar kontingen tampil rapi dan percaya diri.

"Sehingga penekanannya ya kita harus betul-betul menunjukan bahwa bangsa Indonesia bisa dibanggakan. Tampil dengan percaya diri, tampil dengan rapi, gagah, itu penekanan dari beliau," tutur dia.

Prabowo direncanakan melakukan kunjungan ke Prancis. Kunjungan ini dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menghadiri Bastille Day pada 14 Juli 2025.

"Direncanakan (ke Prancis), nanti dilihat kondisinya setelah dari BRICS," ucap Prasetyo.

Rekomendasi