Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal polemik pengesahan revisi Undang-Undang (UU) TNI. Dia mengaku mendukung revisi UU TNI karena masa pensiun perwira TNI terlalu cepat.
Menurut Prabowo, cepatnya masa pensiun perwira TNI menyebabkan jabatan-jabatan tinggi mengalami perubahan yang cepat pula. Dia menegaskan, revisi UU tersebut bukan untuk menghidupkan lagi dwifungsi TNI.
"Inti daripada RUU TNI ini sebetulnya hanya memperpanjang usia pensiun beberapa perwira tinggi. Nggak ada niat TNI mau dwifungsi lagi, come on. Nonsense itu saya katakan,” kata Prabowo, dikutip dari Antara, Rabu (9/4).
Mengenai jabatan di kementerian dan lembaga yang bisa diisi TNI, kata Prabowo, hanya terkait pengamanan dan keamanan negara. Sementara untuk jabatan sipil di luar keterampilan yang dimiliki TNI, maka perwira terkait harus mengikuti aturan yakni pensiun dini.
"Hanya ada beberapa lembaga yang memang diizinkan. Intelijen, bencana alam, Basarnas, itu kan dari dulu ini kan hanya memformalkan. Kemudian ada kejaksaan? Kenapa boleh? Kan ada jaksa pidana militer. Kemudian hakim agung, ada hakim agung kamar militer, kalau dilihat semua itu ada reasoning-nya," kata Prabowo.
Prabowo yakin mengatakan bahwa tidak akan ada lagi dwifungsi militer di pemerintahannya setelah reformasi di Indonesia. Dia bahkan menyebutkan perannya dalam reformasi bersama tokoh pemimpin TNI lainnya yang mendorong agar tentara bisa tunduk pada supremasi rakyat.
"Saya yang dorong. Saya pertama di dalam TNI yang mengatakan supremasi sipil. Saya tunduk dan saya buktikan bahwa saya tunduk pada pemimpin sipil," kata Prabowo.
Demo Bagian Demokrasi
Prabowo kemudian mengungkapkan pandangannya mengenai demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir di Indonesia.
"Kita sudah sepakat berdemokrasi. Berdemo itu dijamin oleh UUD. Hak berkumpul, hak berserikat dan sebagainya. Jadi menurut saya itu biasa aja,” kata Prabowo.
Menurutnya, demonstrasi yang baik harusnya bisa berjalan dengan damai dan tidak berakhir dengan kericuhan.
“Kita hormati hak untuk berdemo asal demonya damai tidak mau menyulut kerusuhan. Nah kalau bakar-bakar ban itu bukan damai,” kata Prabowo.