PPKM Level 4 Diperpanjang, Golkar Minta Kader Aktif Beri Bansos ke Masyarakat

Selasa, 27 Juli 2021 10:39 Reporter : Merdeka
PPKM Level 4 Diperpanjang, Golkar Minta Kader Aktif Beri Bansos ke Masyarakat Airlangga Hartarto Hadiri Rangkaian HUT Partai Golkar. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pemerintah telah resmi memperpanjang penerapan PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Menyikapi itu di Ibu Kota, Ketua Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar pun meminta para kader untuk meningkatkan kepedulian, baik itu dalam hal pemberian bantuan sosial atau bansos hingga percepatan vaksinasi nasional.

"Diharapkan dengan adanya kesadaran bersama untuk saling membantu, penerapan protokol kesehatan dengan disiplin, serta adanya antusiasme masyarakat mengikuti program vaksinasi, ini merupakan modal awal bagi DKI Jakarta dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutur Zaki dalam keterangannya, Selasa (27/7).

Zaki juga mengingatkan agar saling meringankan beban masyarakat yang terdampak dari sisi ekonomi selama pandemi. Sikap kepedulian sosial sangat dibutuhkan meski sudah ada bantuan dan program perlindungan sosial dari Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

"Program perlindungan sosial dan bantuan sosial tunai secara bertahap sudah diberikan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat. Hanya saja jumlahnya terbatas. Kepedulian sosial dari kader akan sangat berarti dalam kondisi sulit seperti sekarang," jelas dia.

Sejauh ini, kata Zaki, berbagai kegiatan untuk terus membangun rasa kepedulian sosial sudah dilakukan. Seperti saat Hari Raya Idul Adha lewat kurban 28 ekor sapi dan 27 ekor kambing, yang hasil daging potongnya dibagikan ke seluruh wilayah Jakarta.

"Kita juga tidak boleh bosan bosan menerapkan protokol kesehatan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas, sekaligus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," Zaki menandaskan.

Oleh sebab itu, saat makan Tito berharap tidak membuat aksi atau kegiatan yang membuat terjadinya droplet hingga berbicara saat makan. Aturan tersebut kata Tito pun sudah diterapkan di beberapa negara.

"Mungkin kedengaran lucu, tapi di luar negeri, di beberapa negara lain sudah lama diberlakukan itu. Jadi makan tanpa banyak bicara dan kemudian 20 menit cukup, setelah itu memberikan giliran kepada anggota masyarakat yang lain," bebernya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini