PPKM Darurat, Jokowi Minta Wapres dan Menag Sosialisasi Aturan Perayaan Iduladha

Sabtu, 17 Juli 2021 19:33 Reporter : Intan Umbari Prihatin
PPKM Darurat, Jokowi Minta Wapres dan Menag Sosialisasi Aturan Perayaan Iduladha Kunjungan Kerja Jokowi ke Sulawesi Tenggara. ©2021 Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sosialisasi aturan terkait pelaksanaan Iduladha di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehinggga, harap Jokowi, perayaan bisa dilakukan dengan khidmat dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Berkaitan dengan Iduladha saya betul-betul minta agar dikomunikasikan dengan baik. Mungkin Bapak Wapres bisa bantu dalam hal ini Pak Menag bisa komunikasikan ke bawah, sehingga perayaan hari raya Iduladha betul-betul bisa lebih khidmat tapi semua bisa jaga protokol kesehatan," kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7).

Sebelumnya, Yaqut meminta agar masyarakat melaksanakan takbiran dan salat Iduladha di rumah masing-masing di masa PPKM Darurat. Hal ini untuk melindungi masyarakat dari persebaran Covid-19.

Permintaan Yaqut pun seiring dengan telah menerbitkan edaran No SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Edaran ini antara lain mengatur terkait dengan peniadaan sementara kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Artinya, di rumah-rumah ibadah tidak dilakukan kegiatan yang menghadirkan jemaah di masa PPKM Darurat ini," kata Yaqut dalam chanel YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7).

Surat Edaran ini, kata Yaqut, juga mengatur penyelenggaraan takbiran. Menurutnya, takbiran di masjid atau musala yang berada pada wilayah PPKM Darurat ditiadakan sementara. Demikian juga dengan takbiran keliling, dalam bentuk arak-arakan, baik menggunakan kendaraan maupun jalan kaki, ditiadakan.

"Kemenag mempersilakan umat Muslim untuk tetap melaksanakan takbiran tetapi di rumah saja. karena itu tidak mengurangi sama sekali makna dari takbiran," ungkapnya.

"Tidak ada pelaksanaan salat Iduladha di masjid atau lapangan pada wilayah PPKM darurat. Jadi, di wilayah PPKM Darurat, takbiran dan Salat Id dilakukan di rumah masing-masing," tambahnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini