Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri perketat pengawasan penjualan bahan baku bom panci

Polri perketat pengawasan penjualan bahan baku bom panci Wakapolri bertemu Dubes Arab. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan pihaknya saat ini tengah mengantisipasi penjualan bahan-bahan pembuatan bom panci yang dijadikan teroris sebagai bahan baku peledak. Ini menyusul peristiwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang menggunakan panci sebagai bahan baku bom.

"Banyak sekali bahan itu dijual ya. Di mana-mana ya. Pancinya Vicenza, macam-macam ya. Kan udah dijelaskan oleh Kadiv Humas Mabes Polri ya, digambarkan molekulnya, poin-poinnya, isinya semua, udah dipaparkan," kata Wakapolri di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/5).

Selain mengawasi penjualan bahan baku yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom, kepolisian juga akan mengambil langkah penyebaran pembuatan perakitan bom.

"Penyebaran dari pada rakitannya itu kan bisa dipelajari," ujarnya.

Peristiwa bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu memakan lima korban jiwa, tiga di antaranya merupakan anggota kepolisian sementara dua orang lainnya diduga pelaku bom bunuh diri.

Sementara, korban yang luka-luka tercatat sebelas orang, enam antaranya merupakan anggota Polri dari Sabhara Polda Metro Jaya, dan lima adalah warga sipil.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto ‎ mengatakan, bom itu berjenis bom panci yang diketahui isi di dalamnya terdapat paku dan gotri. Temuan di lapangan panci itu dibeli pelaku di mini market kawasan Padalarang, Jawa Barat. Itu diketahui karena ada struk pembelian panci di salah satu saku pelaku.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP