Polri Kerahkan Drone Deteksi Desa Terisolir Akibat Gempa Cianjur

Minggu, 27 November 2022 09:09 Reporter : Bachtiarudin Alam
Polri Kerahkan Drone Deteksi Desa Terisolir Akibat Gempa Cianjur Polri Kerahkan Helikopter-Drone Deteksi Desa Terisolir Usai Gempa Cianjur. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Polri telah mengerahkan tim drone Bid TIK untuk mendeteksi sekaligus mencari lokasi pengungsian warga yang masih terisolir akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Tim diberangkatkan menggunakan helikopter.

Koordinator Tim SAR Vertical Rescue Satlat Korps Brimob, Kombes Pol Rantau Isnur Eka mengatakan, bila tim menemukan lokasi pengungsian warga yang terisolir, maka langsung melaporkan ke posko Brimob atau Posko Induk Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti dengan cara penyelamatan warga.

"Jadi kami mengirim tim kecil ini menggunakan alat transportasi helikopter dari Polairud di mana tim drone Brimob tersebut juga telah membawa perlengkapan drone untuk mencari kemungkinan adanya shelter-shelter warga," tutur Rantau di Cianjur, dikutip Minggu (27/11)

Rantau meyakini pencarian menggunakan drone dan helikopter lebih tepat. Pasalnya, penggunaan helikopter dan drone bisa lebih efisien dan efektif dalam mencari shelter warga.

Adapun data yang diterima Tim SAR Satlat Brimob, dari 37 lokasi terisolir hingga hari ini tersisa tiga lokasi, yaitu Kampung Kadu Gede, Pasir Manggu, dan Pasar Tunagan. Menurut Rantau, tim drone tersebut bakal terus mencari lokasi pengungsian warga terisolir selama satu minggu ke depan yang difasilitasi oleh Polairud.

"Kita sudah membawa bekal untuk 6 hari perjalanan," ujarnya.

Selain itu, Rantau juga bakal mencari informasi tentang desa yang terisolir tersebut baik melalui informasi lisan warga setempat maupun informasi yang beredar di media massa dan media sosial.

"Nah, nanti media itu bakal kita saring lagi semua informasinya," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Data Korban Gempa Cianjur

Data sementara, sebanyak 318 orang meninggal dan 14 masih hilang akibat gempa Cianjur. Untuk korban luka yang tercatat sebanyak 7.729 orang dengan rincian luka berat 595 orang dan luka ringan ada 7.134 orang.

Sementara, total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini adalah 73.693 orang. Dengan data kerugian material total rumah rusak mencapai 58.049 bangunan, yang dinyatakan rusak berat 25.184, rusak sedang 12.496, dan rusak ringan 20.367.

"Banyak nfrastruktur yang rusak untuk sekolah 368, tempat ibadah 144, faskes 14, gedung atau perkantoran 16," ujar Deputi 3 Tanggap Darurat BNPB Mayjen Fajar Setyawan.

[tin]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini