Polri buru pihak pembawa ratusan WN China terlibat kejahatan siber di Bali

Kamis, 3 Mei 2018 20:33 Reporter : Moh. Kadafi
Polri buru pihak pembawa ratusan WN China terlibat kejahatan siber di Bali Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Bali terus menyelidiki kasus penipuan atau Cyber Fraud melibatkan warga negara asal China. Ratusan warga China tersebut sebelumnya diringkus tim gabungan Polda Bali, Selasa (1/5) lalu.

Penyelidikan dilakukan guna mengetahui pihak yang mendatangkan warga China itu dan memberikan tempat tinggal.

"Kita masih melakukan penyelidikan, siapa yang mendatangkan mereka, siapa yang mengontrakkan mereka di rumah-rumah tersebut. Kita masih melakukan penyelidikan," kata Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan, saat ditemui dalam Rakorda di Bank Indonesia (BI) Bali, Rabu (3/5).

Menurut Ruddi, dalam pengungkapan kasus terbongkarnya 103 WNA China tersebut, pihak kepolisian akan melakukan kerjasama dengan kepolisian China. Kerjasama juga dilakukan dengan Mabes Polri, pihak Imigrasi kelas 1 Denpasar, serta dengan Konsulat China di Bali.

"Kita sudah koordinasi dengan Mabes Polri dan Konsul dari China yang ada di Bali, dengan imigrasi kita juga sudah berkoordinasi. Kemudian, bersama-sama melakukan pengecekan dan pendataan dari warga negara asing tersebut. Kita buat join investigasi bersama Kepolisian Polda Bali dan imigrasi Denpasar," tukasnya.

Pihak Polda Bali bersama Imigrasi akan terus melakukan atensi guna mengawasi warga negara asing yang melakukan tindak kejahatan di Bali. Terlebih setelah terungkapnya, kasus WNA China, atas pelanggaran Undang-undang TI atau penipuan dan penggelapan tersebut.

Selain itu, Ruddi juga mengimbau bagi pemilik rumah kontrakan, agar mengecek para orang-orang yang akan mengontrak rumah tersebut. Sehingga, tindak dilakukan untuk tindak kejahatan.

"Kita akan selalu bekerjasama dengan imigrasi, kita juga menyampaikan kepada pihak-pihak yang punya rumah kontrakan itu. Harus selalu melakukan pengecekan, jika dikontrak oleh seseorang. Minimal pemilik kontrakan itu melakukan pengecekan agar rumah tersebut, tidak dilakukan tindakan kejahatan," tandasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini