Polri akan Ajukan Pencekalan Pemilik CV Samudra Chemical, Tersangka Kasus Ginjal Akut

Kamis, 24 November 2022 16:34 Reporter : Nur Habibie
Polri akan Ajukan Pencekalan Pemilik CV Samudra Chemical, Tersangka Kasus Ginjal Akut Dampak Larangan Obat Sirop Anak Bagi Pedagang Pasar Pramuka. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri tengah memproses pencekalan terhadap pemilik CV Samudra Chemical (CV SC) berinisial E. Upaya pencekalan ini dilakukan usai E ditetapkan sebagai tersangka kasus gagal ginjal terhadap anak.

" Sedang proses (mengajukan pencekalan) ya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dihubungi, Kamis (24/11).

Meski begitu, pihaknya tak bisa langsung melakukan pencekalan begitu saja. Penyidik harus lebih dulu mengurus administrasi untuk dapat melakukan pencekalan terhadap E.

"Ya kan kita harus urus administrasi. Pencekalan kan tidak bisa dilakukan tiba-tiba mencekal," ujarnya.

Selain itu, Pipit mengaku belum menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) meski E sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik atas kasus yang menjeratnya itu. Untuk sementara, penyidik akan melakukan penjemputan paksa terhadap E.

"Iya kan cuma sampai panggilan kedua, kan kita sudah menyiapkan surat perintah membawakan harus kita cari dulu keberadaannya, baru pakai surat perintah membawa," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri kembali menetapkan satu tersangka baru terkait kasus gagal ginjal akut terhadap anak. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni pemilik CV Samudra Chemical (CV SC) berinisial E.

"Kan sudah ditersangkakan (E). Iya kan kita kan naikkan ke penyidikan. Iya (dia sudah tersangka) kita kan sudah dilakukan gelar perkara untuk tingkatkan menjadi tersangka," kata Pipit saat dihubungi, Rabu (23/11).

"Ya (sejak) kita gelar perkaranya bersamaan menaikkan penyidikan langsung menetapkan tersangka," sambungnya.

Pipit menegaskan, penetapan tersangka terhadap E ini dilakukan berbarengan saat penetapan tersangka terhadap perusahaannya itu.

"Iya (saat perusahaannya jadi tersangka, dia juga langsung jadi tersangka)," tegasnya.

Selain itu, Pipit menjelaskan, penetapan tersangka terhadap E juga berdasarkan sejumlah petunjuk-petunjuk. Sehingga, saat ini pihaknya sedang melengkapi barang bukti atas perkara itu.

"Iya secara formilnya kan sudah ada terjadi dia sudah (tindak pidananya), tinggal kita melengkapi alat bukti," jelasnya.

"Kan tindak pidananya terjadi, sudah dilihat tadi kan sudah ditemukan sama penyidik. Yang kedua ada petunjuk-petunjuk yang mengatakan mereka bareng-bareng dibeli dari situ (CV SC). Kan itu sudah jelas," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, empat korporasi sebagai tersangka atas kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada Anak-anak. Dua korporasi ditetapkan oleh Bareskrim Polri, sedangkan yang lain ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Empat koorporasi tersebut adalah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma, dan CV Samudera Chemical.

"Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAP) sementara ini ada 4 korporasi (ditetapkan sebagai tersangka)Tapi nanti kan ada yang kena administrasi," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pipit Rismanto, Jumat (18/11).

Dia menerangkan, BPOM terus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri menginvestigasi kasus GGAPA. Sehingga tak jadi masalah seandainya BPOM turut menetapkan sebagai korporasi yang dinilai bertanggung jawab.

Pipit menambahkan, penyidik PNS atau PPNS BPOM RI memiliki kewenangan melakukan penegakan hukum atau penyidikan.

"Kita lakukan bersama-sama. Mereka kan mungkin karena di situ ada kewenangan. Bedanya kami dari kepolisian itu menetapkan siapa yang bertanggungjawab itu dari pasien dulu. Ada pasien meninggal, keluarga pasien meninggal, kan kita dalami dulu," terangnya. [tin]

Baca juga:
Polisi Buru Pemilik CV Samudra Chemical Terkait Kasus Ginjal Akut
Polri Periksa Kepala Laboratorium BPOM Terkait Kasus Gagal Ginjal Anak Akut
Bukan Kepala BPOM, Polisi Periksa Pejabat Pengawasan BPOM Terkait Kasus Gagal Ginjal
Pemilik CV Samudra Chemical Jadi Tersangka Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut
Polri Bakal Periksa Pejabat BPOM Bidang Pengawasan Obat Hari Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini