Polres Malang Kota Telusuri Video Viral Bocah SD Diusir dari Mobil

Kamis, 28 Maret 2019 17:29 Reporter : Darmadi Sasongko
Polres Malang Kota Telusuri Video Viral Bocah SD Diusir dari Mobil Video Bocah SD Dihadang Masuk Mobil Viral di Media Sosial. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sebuah video bocah Sekolah Dasar (SD) dilarang masuk ke mobil sedang viral di media sosial (medsos). Bocah tersebut matian-matian berusaha masuk ke dalam mobil, tetapi justru didorong untuk turun oleh seorang perempuan dari dalam mobil.

Awalnya bocah tersebut didorong dari jok mobil depan hingga terjatuh, tetapi kemudian spontan berdiri dan berusaha keras masuk kembali ke mobil. Bocah tersebut mendorongkan tubuhnya agar dapat masuk, begitupun perempuan yang di dalam mobil, berusaha mendorongkan tubuhnya.

Tubuh bocah berusaha ditahan oleh tangan dari dalam mobil yang terus melarangnya masuk. Tangan bocah berusaha menahan agar pintu tidak ditutup, sambil mengambil tas sekolahnya yang terjatuh.

Sesaat kemudian sorang perempuan muncul dari dalam mobil, sambil menahan tubuh bocah yang berusaha naik ke mobil. Perempuan tersebut kemudian terpaksa turun dari mobil, dan bocah itu tetap berusaha mendorong tubuhnya agar bisa naik mobil.

Tetapi perempuan tersebut tetap melarangnya masuk mobil, hingga menghempaskannya terjatuh di pinggiran jalan aspal. Bocah tersebut jatuh di pinggiran aspal sambil tangannya berusaha meraih pintu mobil.

Bocah dan perempuan yang diduga ibunya itu sesaat terlibat saling tarik pintu. Namun video berdurasi satu menit itu keburu habis.

Video tersebut tampak diambil di area publik yang banyak orang di sekitar. Jarak pengambilan video sekitar 100 meter dari kejadian tersebut.

Video Bocah SD Dihadang Masuk Mobil Viral di Media Sosial ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Lokasi kejadian dalam video viral tersebut berada di Jalan Bandung Kota Malang. Pantauan Merdeka.com, lokasi kejadian berada di depan deretan lembaga kursus yang keseharian menjadi tempat para orang tua mengantarkan anak-anaknya.

Tidak diperoleh kejelasan waktu kejadiannya, tetapi video tersebut sudah beredar sejak Rabu (27/3). Hingga saat ini belum diketahui penyebab orang tua dalam video tersebut melakukan kekerasan terhadap bocah tersebut.

"Sejak kemarin saya sudah melihat videonya, kemungkinan sebelumnya. Kalau kemarin tida ada apa-apa," kata seorang tukang parkir di lokasi, Kamis (28/3).

Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, masih mendalami video viral tersebut. Tim cybertroop sedang melakukan penelusuran baik di dunia maya maupun di lokasi kejadian.

"Masih dalam proses penyelidikan. Anggota di lapangan masih mencari siapa penguploadnya, siapa yang memviralkan, guna mendapatkan data lebih lanjut," kata Marhaeni.

Marhaeni menegaskan, polisi tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat, apalagi sudah menjadi viral. Polisi sedang bekerja di lapangan.

"Tidak usah menunggu laporan, petugas patroli di medsos, Reskrim juga bergerak," tegasnya.

Berdasarkan video yang beredar, Marhaeni juga menduga kasus terjadi di Jalan Bandung. Namun secara detail, Heni mengaku belum mengetahui asal sekolah anak tersebut. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini