Polres Gowa bedah gubuk derita Kakek Bunga jadi rumah layak huni
Merdeka.com - Kehidupan Kakek Marica Daeng Bunga (79) dan Sultan Daeng Bani (69) sungguh miris. Selama ini tinggal di gubuk yang jauh dari kata layak. Keduanya tinggal di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Anggota polisi secara gotong royong membangunkan rumah layak huni untuk keduanya. Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gowa Oni Shinto Silitonga beserta rombongan, secara resmi menyerahkan rumah hasil bedah kepada Kakek Bunga, Kamis (29/3).
Rombongan Kapolres Gowa disambut Kapolsek Pallangga AKP Amin Juraid bersama para kanit, Ibu Ketua Bhayangkari Ranting Pallangga dan Kepala Desa Julubori Ilyas Laja serta masyarakat setempat.
Suasana haru Kapolres Gowa dan rombongan saat bertemu dengan Kakek Bunga dan Sultan Bani, dengan kondisinya yang sudah tua dan penglihatan yang kini tidak normal lagi.
"Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek, namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Daeng Bunga di rumah barunya," kata Shinto kepada wartawan.

Shinto sempat memeluk kedua kakek tersebut sebagai rasa hormat dan penghargaan terhadap sang kakek yang kini telah berusia 79 tahun.
Usai berbincang-bincang, Shinto kemudian memberikan sambutan kepada warga setempat yang hadir. Dia menuturkan bahwa dengan adanya program bedah rumah ini, menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.
Selain itu juga dapat dijadikan suatu pelajaran guna ke depan lebih peduli kepada sesama, tanpa memandang suku, ras dan agama. Karena yang dibutuhkan di sini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu.
Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut kepada pemiliknya, Shinto Silitonga dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah, melihat hasil renovasi yang dilakukan Polsek Pallangga, dan selanjutnya mencicipi makanan tradisional Bugis Makassar. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya