Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026: Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas

Polres Bantul akan menggelar Operasi Keselamatan Progo 2026 mulai 2 hingga 15 Februari, mengedepankan edukasi humanis untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026: Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Jadi Prioritas
Polres Bantul akan menggelar Operasi Keselamatan Progo 2026 mulai 2 hingga 15 Februari, mengedepankan edukasi humanis untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar operasi kepolisian terpusat. Operasi ini diberi sandi Operasi Keselamatan Progo 2026. Fokus utamanya adalah edukasi keselamatan berlalu lintas.

Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari. Pelaksanaannya mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Polres Bantul melibatkan 240 personel dalam operasi ini. Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menegaskan pendekatan humanis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Pendekatan Humanis dan Edukatif dalam Operasi Keselamatan Progo 2026

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan bahwa personel di lapangan akan mengedepankan sisi humanis. Mereka akan lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi nyawa mereka sendiri.

Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan cara bertindak yang edukatif, persuasif, dan humanis. Meskipun demikian, penegakan hukum tetap akan dilakukan. Penegakan ini bisa melalui sistem elektronik maupun teguran sebagai bentuk pembinaan.

Tindakan tilang akan diberikan secara selektif. Ini berlaku bagi pengguna jalan yang melanggar dan berpotensi kuat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi berupa teguran tetap dikedepankan sebagai peringatan awal bagi masyarakat.

Sasaran Prioritas Pelanggaran Lalu Lintas dalam Operasi Keselamatan Progo 2026

Beberapa poin menjadi sasaran prioritas dalam Operasi Keselamatan Progo 2026. Ini termasuk aksi balap liar yang membahayakan. Penggunaan knalpot tidak standar atau "brong" juga menjadi fokus utama.

Selain itu, kendaraan yang tidak dilengkapi plat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) akan ditindak. Petugas juga akan menyasar pengemudi yang tidak menggunakan helm maupun sabuk keselamatan.

Prioritas lain meliputi pengendara melawan arus dan sepeda motor yang masuk ke jalur cepat. Pengemudi di bawah umur serta kendaraan dengan penumpang melebihi kapasitas semestinya juga akan menjadi perhatian.

Kapolres Bantul menegaskan, "Target kami jelas, yaitu pelanggaran kasat mata yang selama ini sering menjadi penyebab kecelakaan, seperti penggunaan knalpot brong yang meresahkan, hingga aksi balap liar yang membahayakan nyawa penggunanya maupun orang lain."

Menekan Angka Kecelakaan dan Fatalitas Korban di Bantul

Melalui Operasi Keselamatan Progo 2026 ini, diharapkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas akan meningkat. Peningkatan disiplin ini bertujuan menekan jumlah pelanggaran lalu lintas. Ini juga diharapkan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Operasi ini melibatkan 240 personel selama 14 hari. Fokus utama adalah pada bidang lalu lintas yang mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Pendekatan ini lebih bersahabat namun tetap berwibawa.

Polres Bantul berupaya meningkatkan simpati masyarakat terhadap kepolisian. Harapannya, masyarakat bukan hanya takut sanksi. Namun, mereka sadar bahwa keselamatan adalah yang utama saat berkendara.

Kapolres Bantul menyatakan, "Kami berharap angka kecelakaan dan fatalitas korban karena kecelakaan lalu lintas bisa ditekan serendah mungkin, karena satu nyawa sangatlah berharga."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi