Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi tangkap peracik miras yang tewaskan 3 orang di Kediri

Polisi tangkap peracik miras yang tewaskan 3 orang di Kediri pelaku miras oplosan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah tiga orang dipastikan meninggal akibat over dosis setelah pesta miras, polisi akhirnya mengamankan penjual miras oplosan. Pelaku yang diamankan atas nama Iswahyudi alias Jao (36) warga Kecamatan Kota Kediri.

"Setelah memastikan dimana para korban membeli miras berdasarkan keterangan saksi-saksi kita langsung melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang menjual sekaligus pembuat minuman oplosan beralkohol tanpa merk," kata AKP Anwar Iskandar pada merdeka.com, Minggu malam (9/10).

Dari penggeledahan dan penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti antara lain 1 buah ember untuk meracik, 122 buah botol mineral ukuran 600 ml berisi miras oplosan siap edar. 30 Buah botol mineral ukuran 1500 ml berisi miras oplosan siap edar. 24 Kantong plastik berisi alkohol murni. 1 Buah toples ukuran 1,5 kg berisi gula pasir. 423 buah botol kosong mineral ukuran 600 ml. 219 Buah botol kosong mineral ukuran 1500 ml dan 1 buah termos ukuran 10 liter.

"Terkait dasar penegakan hukum kasus ini, kepolisian akan menerapkan Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Dalam undang-undang tersebut diatur bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi," jelas Anwar Iskandar.

Undang-undang Pangan menurut AKP Anwar Iskandar biasa diterapkan pada kasus miras oplosan. Dalam pasal 137 undang-diatur ancaman bagi mereka yang memproduksi bahan yang dihasilkan dari rekayasa pangan tanpa persetujuan badan keamanan pangan dengan pidana penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, menggelar pesta miras dua hari berturut-turut, tiga orang warga Kota Kediri tewas hampir bersamaan diduga akibat overdosis.

Informasi merdeka.com korban yang meninggal atas nama Agus alias Oyeng warga Jalan Gang Carik, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Budi Setiono alias Kapen dan Harsono alias Gombloh, keduanya warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Dikonfirmasi wartawan, Sugianto, selaku Ketua RT 2/ RW 5 Kelurahan Banjaran mengatakan, ketiga korban meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Budi Setiono dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, pukul 01.00 WIB, Agus dibawa ke RS Baptis Kota Kediri, pada pukul 03.00 WIB, dan Harsono dibawa ke RS Bhayangkara, pada pukul 06.00 WIB.

"Tadi pagi itu saya dikabari kalau pak Harsono sakit parah. Saya kemudian menjenguknya. Dia mengeluhkan perutnya sakit dan nafasnya tersengal-sengal. Kemudian saya bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah itu saya pulang, baru memarkir mobil dikabari kalau Pak Harsono sudah meninggal dunia," kata Sugianto, Minggu (9/10)

Menurut Sugianto, sebelum masuk rumah sakit, ketiganya minum-minuman keras di pinggir jalan. Pesta minuman keras itu berlangsung selama dua hari, sejak Jumat (7/10) lalu. Beberapa orang warga sempat mengetahui mereka mengkonsumsi miras secara terus menerus.

Tetapi, tidak ada yang tahu jenis miras yang dikonsumsi. Namun, berdasarkan informasi dari warga setempat, mereka membeli minuman keras dari sebuah warung di sekitar Jalan Patiunus Kota Kediri.

Rata-rata korban merasakan sakit perut dan sesak nafas. Hal itu diungkapkan oleh Suyatno, kakak kandung Budi Setiono. Saat berada di rumah sakit Budi alias Kapen ini mengaku, sesak nafas dan dadanya sakit.

"Saat masuk rumah sakit, dia merasa masuk angin dan dadanya terasa sesak untuk bernafas," katanya di rumah duka.

Budi masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkara, sekitar pukul 01.00 WIB. Suyatno yang menerima kabar, langsung datang. Mereka sempat berkomunikasi beberapa saat, sebelum akhirnya sang adik tewas. Kini jenasah Budi masih disemayamkan di rumah duka. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP