Polisi tangkap komplotan pencuri data nasabah bank

Senin, 9 April 2018 23:35 Reporter : Ronald
Polisi tangkap komplotan pencuri data nasabah bank Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap empat orang berinisial NM, AS, A, dan RP, diduga mencuri data nasabah bank digunakan untuk mengubah identitas pada kartu kredit. Penangkapan empat pria itu berawal dari laporan nasabah yang merasa saldo tabungannya hilang seketika.

"Pada bulan Januari 2018, beberapa nasabah kartu kredit Bank BCA telah mengalami kebobolan. Sehingga pihak bank BCA melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Senin (9/4).

Argo menjelaskan, para pelaku memiliki peran berbeda-beda. Yang mana dari pendalaman NM membeli data kartu kredit di salah satu situs daring marketing. Kemudian, bermodalkan data yang dimilikinya, NM menelpon Bank BCA agar mengubah nomor ponsel dan email korban serta meminta pihak bank untuk membuat kartu kredit yang baru.

"Mereka saling berbagi tugas. Ada pihak yang memfilter data, yaitu A dan diberikan kepada NM. Kemudian lartu yang telah jadi, dikirimkan oleh pihak bank dan diterima oleh AS," ujar Argo.

Lanjut Argo menambahkan, kalau kartu kredit yang telah diterima digunakan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kegiatan online hingga yang offline.

"Berdasarkan hasil interogasi tersangka, ada sekitar 20 korban lebih. Kemudian kartu kreditnya digunakan untuk transaksi online, seperti Game On, dokudoku, qlapa.com, juga tarik tunai," kata Argo.

Kurang lebih, tambahnya, keseluruhan pelaku berhasil menggasak ratusan juta rupiah dari 78 nomor telepon yang bisa dihubungi. Salah satu pelaku ditangkap dengan senjata api

"Untuk pelaku RP, yang bersangkutan diamankan dengan barang bukti senjata api rakitan dengan empat peluru kaliber 55,6. Selain senjata api rakitan, kita juga mengamankan 10 unit HP, kartu kredit atas nama orang, buku tabungan dari berbagai bank, dan uang senilai tiga juta rupiah," jelasnya.

Dalam kasus ini, kepolisian masih mencari pemilik website yang menjual data kepada para tersangka.

"Untuk tindak lanjutnya akan memeriksa para saksi dan tersangka serta memblokir rekening penampungan yang digunakan pelaku. Website penjual database juga diblokir," pungkas Argo. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembobolan ATM
  3. Pembobol ATM
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini