Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Periksa 10 Orang Terkait Mahalnya Biaya Pengobatan Korban Tsunami di RSKM

Polisi Periksa 10 Orang Terkait Mahalnya Biaya Pengobatan Korban Tsunami di RSKM Korban Tsunami Selat Sunda Mulai Berbenah. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satreskim Polres Cilegon terus mendalami keluhan mahalnya biaya pengobatan korban tsunami Selat Sunda asal Kota Cilegon Banten. 10 orang diperiksa penyidik dari manajemen Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

Pemeriksaan dilakukan setelah polisi mendapatkan temuan tagihan Rp 17 juta untuk pengobatan korban tsunami. Selain pihak RSKM, polisi juga sudah memeriksa korban.

Korban Tsunami Selat Sunda yakni Nafis Umam (8) sebelumnya diberitakan mengeluhkan adanya biaya perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon karena tidak tercover oleh pemerintah.

"Saat ini baru 10 orang saksi yang kita mintai keterangan terkait hal ini, yaitu para saksi korban dan manajemen dari RSKM," kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (6/1).

Dia mengatakan, saat ini Polres Cilegon terus melakukan pendalaman dibantu dengan penyidik Polda Banten agar kasus tagihan itu terang benderang. Termasuk melakukan pendalaman status RSKM bukan mikik pemerintah dan UU yang tepat untuk dalam kasus ini.

Kemudian, apakah sama kasusnya dengan pungutan biaya pengambilan jenazah korban tsunami selat sunda di Rumah Sakit Daerah dr Prawiranagara (RSDP) Serang.

"Masih perlu pendalaman dari hasil pemeriksaan, termasuk mendalami keterangan 2 orang saksi sekaligus korban tersebut," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP