Polisi: Pelaku Penembakan Kantor MUI Punya Riwayat Jantung dan Asma
Merdeka.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, Mustofa (60) memiliki riwayat jantung dan asma. Fakta itu diketahui usai berkoordinasi dengan Polda Lampung yang telah meminta keterangan dari istri Mustofa.
"Yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung dan asma," kata Hengki di Jakarta, Selasa (2/5).
Hengki mengatakan keterangan dari istri pelaku dikuatkan dengan temuan sejumlah obat pada tas milik pelaku di lokasi kejadian.
"Yang kita dapatkan ini 11 kaplet obat asma juga termasuk obat-obat yang lain sekarang sedang didalami oleh kedokteran kesehatan Polda Metro Jaya," ujar Hengki.
"Tapi kami belum menyimpulkan, ya, sekali lagi jangan salah. Kami belum menyimpulkan," sambung dia.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto menjelaskan pelaku sempat diamankan oleh security. Namun sesaat di sana justru pelaku malah pingsan dan hendak di bawa ke puskesmas.
"Tersangka ini pingsan dibawa ke Polsek kemudian dibawa ke rumah sakit di bawa ke Puskesmas Menteng dan pada saat diperiksa oleh dokter yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," terang Karyoto.
Meskipun demikian, dia enggan berspekulasi akan kondisi dari pelaku apakah terjangkit suatu penyakit atau tidak saat ini sedang dalam pemeriksaan.
Lebih lanjut, Karyoto mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan profiling terhadap pelaku. Dari kartu identitas yang didapatkan pihaknya, ia menyebut pelaku berasal dari Lampung.
"Kita dapatkan profile yang bersangkutan kami akan koordinasi dengan Polda Lampung karena yang bersangkutan ber KTP. Dari TKP ditemukan KPT berdomisili Lampung," jelas dia.
"Anggota kami akan segera ke Lampung berkoordinasi bagaimana latar belakang tersangka ini," sambungnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya