Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi pastikan keluarga yang simpan jenazah di Cimahi alami gangguan jiwa

Polisi pastikan keluarga yang simpan jenazah di Cimahi alami gangguan jiwa Penemuan tengkorak di Cimahi. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Tiga anggota keluarga yang menyimpan kerangka di sebuah rumah dinyatakan mengalami gangguan jiwa. Neneng Khotijah (76) dirawat di poli jiwa RS Dustira Kota Cimahi, sedangkan anaknya, Erna Rendrasari (48) dan Deni Rohmat (43) menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kabupaten Bandung Barat.

Diberitakan sebelumnya, Neneng selama dua tahun terakhir hidup di dalam rumah bersama dua kerangka anggota keluarga. Yakni, suaminya Nanung Subana (85) yang sudah meninggal dari Desember 2017. Mayat lain diketahui bernama Hera Sri Herawati (50) yang sudah meninggal tahun 2016.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Cisarua, dr. Riza Putra mereka dinyatakan positif mengalami gangguan kejiwaan setelah mendapat pemeriksaan dari dokter rumah sakit. Selama 40 hari ke depan, kita tempatkan di salah satu ruangan yang kita sebut ruang rawat jiwa intensif.

"kami akan lakukan observasi lanjutan," terangnya saat dihubungi, Jumat (2/2).

Ia menyebut kondisi kejiwaan kedua saudara itu tidak stabil. Mereka berdua tak mau menjawab ketika ditanya dan lebih cenderung menyendiri. Dia negativistic dan merasa takut, mengatakan tidak bersalah atas perbuatannya, serta belum bisa menjawab apa-apa sehingga dilakukan penangan secara komprehensif. Pihak rumah sakit memberikan psikoterapi untuk memulihkan kondisi kejiwaannya.

Terkait kondisi sang ibu, Neneng mengalami halusinasi, gangguan emosional dan gangguan psikomotorik. "Gangguan psikomotorik seperti gelisah berlebihan, histeris, serta pengaruh halusinasi. Tapi saya tidak tahu yang mana yang menonjol pada yang bersangkutan. Harus ditunggu perkembangannya," imbuhnya.

Gangguan kejiwaan yang dialami satu keluarga itu jika didasarkan etiologi gangguan jiwa, ada kemungkinan diturunkan melalui faktor genetika meskipun angkanya sangat kecil. Namun, yang paling memungkinkan penyebabnya adalah stres.

"Bisa jadi karena rasa sayang berlebih terhadap anggota keluarga, sehingga apapun dilakukan. Imbasnya pada perilaku dan pikiran yang akhirnya tidak sehat," pungkasnya.

Diberitakan Merdeka.com sebelumnya, Warga di RT 07 RW 17 gang nusa indah 6 kelurahan Melong, Kota Cimahi digegerkan dengan penemuan dua mayat tengkorak di sebuah rumah. Kedua mayat diketahui sudah dibiarkan di dalam rumah bertahun-tahun.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP