Polisi masih cari 2 orang hilang usai aksi penembakan KKB di Papua
Merdeka.com - Kepolisian masih mencari dua orang hilang saat terjadi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu. Dalam insiden, dua orang hingga kini belum ditemukan.
"Tanggal 27 setelah pemungutan suara Kadistrik Torere beserta sembilan anggota Polri membawa logistik yang akan dibawa ke PPK. Di sungai diserang, kemudian Kadistrik meninggal dunia saat kejadian empat anggota polri bisa langsung menyelamatkan diri, tiga orang selamat. Selang sehari di daerah lain kemudian yang belum ditemukan dua orang masih kita cari dengan upaya dari Basarnas, kerja samanya dengan TNI dan Pemkab setempat," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasito di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (1/7).
"Yang jelas meninggal dunia satu, anggota ini masih cari dua orang belum ditemukan," sambungnya.
Setyo menegaskan, usai insiden itu terjadi kembali penembakan di beberapa wilayah berbeda. Kepolisian menduga, hal itu dilakukan oleh kelompok yang sama.
"Sama kaya pelaku di Nduga," tegasnya.
Lebih lanjut Setyo mengaku, belum mendapatkan informasi prihal akan berlangsungnya Pilkada di wilayah itu. Namun ia berharap semua dapat berjalan dengan aman dan lancar.
"Saya belum dapat update terakhir, diharapkan dalam waktu dekat bisa dilaksanakan," pungkasnya.
Sebenarnya, sejumlah aksi penembakan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua belakangan ini. Polri menduga, serangkaian penyerangan terhadap aparat dan warga sipil tersebut dilakukan oleh kelompok yang sama.
"Perkiraan kita sama, kelompok (pimpinan) Melodi Enumbi dan Terinus Enumbi," ujar Setyo.
Setyo menduga, kelompok tersebut pula yang menembaki pesawat pengangkut logistik Pilkada dan personel Brimob di bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua beberapa waktu lalu.
"Satu kelompok yang mimpinnya dua. Ada nembak itu pesawat, terus nembak tukang ojek kemarin. Jadi kemungkinan dia yang nembak anggota Polri yang bawa kotak suara juga," tutur dia.
Hingga saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Namun, operasi tersebut terkendala medan yang berat dan sulitnya komunikasi.
"Yang udah kita identifikasi, mereka ada senjata. Beberapa senjata (laras) panjang dan senjata pendek," ucap Setyo.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya