Polisi Larang Warga Solo Bersepeda Secara Massal

Sabtu, 6 Juni 2020 03:31 Reporter : Arie Sunaryo
Polisi Larang Warga Solo Bersepeda Secara Massal Pesepeda Ramaikan Bundaran HI Saat PSBB dan Idul Fitri. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Menjelang diberlakukannya tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19, warga banyak beraktivitas yang menimbulkan kerumunan. Bahkan tak sedikit yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tanpa mengenakan masker.

Salah satu kegiatan yang akhir-akhir ini marak dan mengkhawatirkan adalah bersepeda secara massal. Kegiatan tersebut terpantau di jalanan Kota Solo dan sekitarnya. Tak jarang mereka berhenti dan ngobrol tanpa mengenakan masker dan mengabaikan physical distancing.

Menanggapi kondisi tersebut, Satlantas Polresta Surakarta tak mau ambil resiko. Mereka mengeluarkan larangan warga bersepeda massal di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut dilakukan karena kegiatan tersebut rawan terjadi penularan virus corona atau Covid-19.

"Kami bersama Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Solo sudah mengeluarkan larangan warga mengadakan bersepeda massal di jalan raya," ujar Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Afrian Satya Permadi, Jumat (5/6).

Larangan bersepeda massal tersebut dilakukan setelah dilakukan evaluasi. Sebab selama Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) justru banyak warga yang bersepeda massal berkeliling Solo pada pagi dan malam, terutama pada akhir pekan.

"Kita perbolehkan warga bersepeda dengan syarat tidak dalam jumlah banyak. Bersepeda massal tidak sesuai dengan protokol kesehatan dan mengganggu arus lalu lintas," tandasnya.

African menyarankan warga bersepeda bersama keluarga di jalan kampung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Untuk warga yang tetap nekat bersepeda massal akan ditertibkan petugas.

"Kami berharap warga mematuhi kebijakan ini. Satlantas akan lakukan patroli untuk memastikan tidak ada lagi bersepeda massal," kata dia.

Perwakilan komunitas sepeda, Andi Sukmawan, sepakat untuk mengurangi intensitas sepeda yang melibatkan banyak orang. Kesepakatan ini diambil paska kejadian banyaknya pesepeda yang turun ke jalan dalam beberapa pekan terakhir saat Solo masih KLB corona.

"Jumlah komunitas sepeda di Solo memiliki anggota dari puluhan hingga ribuan orang. Kami akan bantu polisi melakukan sosialisasi terkait larangan bersepeda massal," jelasnya.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo menambahkan, jika ditemukan pesepeda yang melanggar Perwali, tidak mengenakan masker dan bergerombol maka akan dibubarkan oleh petugas. Mereka akan diminta pulang ke rumah masing-masing.

"Harus pakai masker. Makanya ini nanti akan ditertibkan setelah ada perwalinya," pungkas pria yang akrab disapa Rudy. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini