Polisi Akan Periksa Apoteker Puskesmas Pemberi Vitamin Kedaluwarsa ke Ibu Hamil

Rabu, 21 Agustus 2019 18:46 Reporter : Ronald
Polisi Akan Periksa Apoteker Puskesmas Pemberi Vitamin Kedaluwarsa ke Ibu Hamil Ilustrasi vitamin A. ©Shutterstock

Merdeka.com - Pihak kepolisian akan memanggil apoteker Puskesmas Kelurahan Kamal Muara yang memberikan obat kedaluwarsa pada seorang ibu hamil, Novi Sri Wahyuni (21). Pemeriksaan rencananya akan dilakukan di Polsek Metro Penjaringan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto telah memeriksa saksi-saksi guna mengungkap kasus tersebut. Saksi yang diperiksa salah satunya suami korban Bayu Randi Dwitara (19).

"Sampai saat ini kita sudah memeriksa terhadap beberapa orang saksi diantaranya suaminya kemudian pihak dari rumah sakit maupun dari puskesmas itu sendiri. Untuk korban sendiri sampai saat ini belum bersedia diambil keterangannya," kata Budhi saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).

Dalam kasus ini, Polisi menduga adanya kelalaian yang dilakukan petugas Puskesmas dalam memberikan obat kepada pasien. Sebab, obat itu terbukti sudah kedaluwarsa.

"Obat itu diberikan pada korban ini adalah memang obat yang sudah kedaluwarsa dan akibat dari korban yang menggunakan atau konsumsi obat itu, membuat mual- mual yang dialami korban. Tapi kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan resmi dari rumah sakit, apakah ada pengaruhnya dengan janin di kandungnya atau tidak," bebernya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Agus Ariyanto Haryoso mengaku adanya kelalaian petugas farmasi. Pihaknya meminta maaf atas peristiwa ini.

"Saya mengucapkan minta maaf kepada keluarga pasien bahwa telah terjadi kesalahan pemberian obat yang ternyata kedaluwarsa. Harusnya sudah dilabel bahwa (obat) ini sebentar lagi kedaluwarsa, ini masih lama kadaluwarsanya. Terus dia kemudian mengecek lagi tanggalnya terus disampaikan kepada pasien," kata Agus.

Dia menuturkan, petugas farmasi memberikan tiga lembar vitamin B6 yang sudah kedaluwarsa kepada Novi. Padahal, pada lembaran vitamin tersebut sudah terdapat coretan spidol biru yang menandakan obat tersebut sudah kedaluwarsa.

"Tandanya sudah ada, namun sepertinya petugasnya sedang tidak konsentrasi pada hari itu," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Makanan Kedaluwarsa
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini