Polda Riau Siagakan 1.160 Personel Gabungan untuk Pengamanan Operasi Lilin Nataru 2025/2026

Polda Riau siagakan 1.160 personel gabungan dalam Operasi Lilin Nataru 2025/2026, antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem. Siapkah Riau menghadapi Nataru?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Riau Siagakan 1.160 Personel Gabungan untuk Pengamanan Operasi Lilin Nataru 2025/2026
Polda Riau siagakan 1.160 personel gabungan dalam Operasi Lilin Nataru 2025/2026, antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem. Siapkah Riau menghadapi Nataru? (AntaraNews)

Polda Riau mengerahkan 1.160 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Operasi Lilin. Kesiapsiagaan ini difokuskan pada sentra peribadatan, pusat keramaian, serta jalur-jalur strategis mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Riau.

Operasi Lilin akan berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, melibatkan sinergi antara TNI-Polri dan berbagai instansi terkait. Personel gabungan ini bertugas memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama periode libur panjang tersebut.

Kepala Polda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan ini mengingat peningkatan mobilitas masyarakat untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, dan berlibur. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga menjadi faktor krusial yang menuntut kewaspadaan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.

Antisipasi Lonjakan Mobilitas dan Tantangan Cuaca Ekstrem

Momentum Natal dan Tahun Baru secara rutin diiringi oleh peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang, angka yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah perjalanan ini membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan arus lalu lintas dan pencegahan potensi kerumunan di berbagai lokasi. Polda Riau bersama instansi terkait telah menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Musim hujan diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, dengan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan bencana alam, sehingga Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan perlunya upaya ekstra, baik langkah preventif maupun respons cepat, yang harus lebih maksimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Pengamanan Nataru

Pengamanan Operasi Lilin Nataru di Riau melibatkan kolaborasi erat antara berbagai lembaga. Selain TNI-Polri, personel pengamanan juga berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau.

Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengamanan yang komprehensif, mencakup aspek lalu lintas, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pelayanan publik. Setiap instansi memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran dan keamanan selama periode Nataru.

Secara nasional, Operasi Lilin 2025 akan didukung oleh 2.930 pos, yang terdiri dari 1.087 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 33 pos terpadu. Di Riau sendiri, Polda Riau mendirikan 53 pos yang terdiri dari 31 pos pengamanan, 16 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.

Pos-pos ini disiagakan untuk mengamankan berbagai objek vital dan lokasi keramaian, termasuk 1.468 gereja, 30 pusat perbelanjaan, 15 terminal, 4 bandara, 22 pelabuhan, 141 objek wisata, serta 93 lokasi kegiatan perayaan Tahun Baru di Riau.

Komitmen Polda Riau Menjamin Keamanan dan Kenyamanan

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa keberadaan pos-pos pengamanan dan pelayanan ini harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal ini berlaku baik bagi mereka yang melaksanakan ibadah Natal maupun yang melakukan perjalanan mudik atau berlibur.

Polda Riau juga menyiapkan respons cepat terhadap situasi darurat melalui layanan darurat kepolisian 110. Penguatan komunikasi publik juga menjadi prioritas agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas terkait layanan kepolisian, kondisi cuaca, hingga rekayasa lalu lintas.

Selain itu, Kapolda mengimbau masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana, tanpa konvoi atau perayaan berlebihan di ruang publik. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah provinsi tetangga yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Komitmen Polda Riau dan seluruh jajaran instansi terkait adalah untuk memastikan bahwa perayaan Nataru 2025/2026 di Provinsi Riau berjalan aman, tertib, dan lancar, memberikan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi