Polda Kalsel Sita Ratusan Kilogram Sabu Jaringan Fredy Pratama Sepanjang 2025: Bukti Perang Narkoba Tak Kendur

Polda Kalsel berhasil menyita 379 kg sabu dan ratusan ribu butir ekstasi dari jaringan Fredy Pratama sepanjang 2025, menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan narkoba.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Kalsel Sita Ratusan Kilogram Sabu Jaringan Fredy Pratama Sepanjang 2025: Bukti Perang Narkoba Tak Kendur
Polda Kalimantan Selatan berhasil menyita 379 kilogram sabu-sabu dan puluhan ribu ekstasi dari jaringan Fredy Pratama sepanjang tahun 2025, menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan narkotika. (AntaraNews)

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama 13 Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres jajaran mencatat capaian signifikan dalam memerangi peredaran narkotika. Sepanjang tahun 2025, aparat kepolisian berhasil menyita lebih dari 379 kilogram sabu-sabu dari jaringan gembong narkotika internasional Fredy Pratama. Penindakan masif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memutus mata rantai peredaran barang haram di wilayah tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, mengungkapkan bahwa mayoritas barang bukti yang disita berasal dari pengungkapan besar yang dikendalikan oleh jaringan Fredy Pratama. Selain sabu-sabu, aparat juga berhasil mengamankan 135.824 butir ekstasi dari jaringan yang sama. Angka ini menegaskan skala operasi narkotika yang dijalankan oleh kelompok tersebut di Indonesia.

Keberhasilan penindakan ini menunjukkan komitmen serius Polda Kalsel dalam memberantas kejahatan narkotika yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap modus-modus baru penyelundupan narkoba yang semakin beragam dan canggih. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Capaian Fantastis Polda Kalsel dalam Penyitaan Narkoba Jaringan Fredy Pratama

Sepanjang tahun 2025, Polda Kalsel berhasil mencatatkan rekor penyitaan narkoba yang signifikan, terutama dari jaringan gembong Fredy Pratama. Total 379.625,13 gram atau sekitar 379 kilogram sabu-sabu berhasil diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kalsel dan jajaran Polres. Angka ini menunjukkan betapa masifnya peredaran narkotika yang dikendalikan oleh kelompok tersebut.

Secara spesifik, Ditresnarkoba Polda Kalsel sendiri menyita 327.328,55 gram sabu-sabu dan 132.626 butir ekstasi. Jumlah ini merupakan bagian terbesar dari total sitaan keseluruhan di Kalimantan Selatan. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras aparat, tetapi juga kompleksitas tantangan dalam mengungkap jaringan narkoba lintas provinsi dan internasional.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian 2025 menunjukkan peningkatan yang substansial. Pada tahun 2024, barang bukti yang disita adalah 312.999,24 gram sabu-sabu dan 118.942 butir ekstasi. Peningkatan ini membuktikan efektivitas strategi pemberantasan yang diterapkan oleh Polda Kalsel, meskipun jumlah kasus dan tersangka justru mengalami penurunan.

Komitmen Tanpa Henti Polda Kalsel Melawan Peredaran Narkoba

Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, menegaskan bahwa data penyitaan ini mencerminkan kinerja maksimal pihaknya. Upaya pemberantasan narkotika, khususnya pengungkapan jaringan besar lintas provinsi dan internasional seperti Fredy Pratama, menjadi prioritas utama. Modus penyelundupan narkotika yang beragam dan selalu berubah menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian.

Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, Baktiar menyatakan bahwa Polda Kalsel tidak akan pernah menyerah. Pihaknya terus berusaha bekerja secara maksimal dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk mengungkap peredaran narkoba. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika dan melindungi masyarakat dari dampak buruknya.

Penurunan jumlah kasus dan tersangka pada tahun 2025 menjadi sorotan. Tercatat 1.554 kasus dengan 1.842 tersangka pada 2025, dibandingkan 1.743 kasus dan 2.230 tersangka pada 2024. Meskipun jumlah kasus menurun, peningkatan signifikan dalam jumlah barang bukti yang disita menunjukkan bahwa fokus penindakan lebih diarahkan pada pengungkapan jaringan besar dengan barang bukti dalam jumlah masif. Ini mengindikasikan strategi yang lebih efektif dalam memutus mata rantai pasokan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi