Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi satroni rumah Marwah Daud dijadikan Padepokan Dimas Kanjeng

Polisi satroni rumah Marwah Daud dijadikan Padepokan Dimas Kanjeng Padepokan Dimas Kanjeng di Makassar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Polda Jawa Timur menyambangi rumah Nomor 18 di Jalan Bontobila 1, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin (3/9). Rumah panggung dari kayu bertiang rendah itu milik Prof Dr Marwah Daud Ibrahim yang selama ini dijadikan tempat pengajian Padepokan Dimas Kanjeng.

Ada tiga penyidik yang mendatangi rumah tersebut. Ketiga penyidik itu tiba di rumah itu didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Frans Barung Mangera.

Mereka hanya sejenak berada di depan rumah yang mulai kosong melompong sejak ditangkapnya pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi pada 22 September lalu itu. Mengintip masuk ke rumah melalui jendela dan lubang-lubang dinding tidak ada kegiatan berarti yang dilakukan penyidik dari Polda Jawa Timur ini.

"Iya penyidik datang ke rumah ini hanya untuk memastikan bahwa rumah ini ada yang biasa digunakan Dimas Kanjeng. Selanjutnya akan dikembangkan besok," kata Frans Barung Mangera.

Menurut dia, Rabu (5/10) besok, penyidik Polda Jatim akan kembali datang ke Makassar. Kemudian bersama-sama penyidik yang tiba hari ini melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi korban penipuan Taat Pribadi.

"Masalah praktik penipuan ini adalah hal sensitif makanya selama satu minggu kita buka posko pengaduan di Humas Polda Sulsel tapi tidak ada yang datang melapor. Tapi penyidik ini datang ke Makassar untuk mengambil keterangan terhadap enam orang saksi korban. Saya tidak akan ungkap siapa enam orang ini kecuali yang bersangkutan sendiri yang nyatakan siap dipublis," tandas dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP