PNS di Banyuwangi Terus Gotong-royong Salurkan Bantuan Sosial Covid-19
Merdeka.com - Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN di Kabupaten Banyuwangi kembali menyalurkan paket bantuan sembako bagi warga yang terdampak pandemi Corona (Covid-19). Program bantuan gotong royong tersebut terus dilakukan oleh 13.000 ASN dan karyawan di lingkungan Pemkab Banyuwangi sejak April 2020.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, upaya gotong royong dari ASN tersebut perlu dilanjutkan terus di tengah pandemi karena warga yang terdampak belum sepenuhnya pulih dari pendapatan ekonomi meski sudah memasuki era new normal.
"Di era normal baru ini sebagian warga sudah ada yang mulai bekerja kembali, namun juga masih ada yang belum bisa beraktivitas sebagaimana sebelum terjadi pandemi. Maka program bantuan ini masih kita teruskan," kata Anas saat menyalurkan bantuan sosial di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Senin (10/8).
Model gotong-royong yang di lakukan yakni para ASN dan karyawan pemerintah lain di tingkat kabupaten hingga kelurahan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama yang mengalami kesusahan.
"Ada 13 ribu ASN dan karyawan di lingkungan pemerintah kabupaten, yang distribusi bantuannya telah ditentukan. Misalnya, ASN guru membantu pedagang terdampak di sekitar sekolah masing-masing. Lalu kelurahan fokus pada warganya. Dari sini, kami bersama-sama untuk membangun solidaritas menghadapi Covid-19 ini," katanya.
Anas menjelaskan, saat ini sudah ada 269.000 keluarga di Banyuwangi yang terjangkau berbagai program sosial, mulai PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Provinsi Jatim, dan jaring pengaman Pemkab Banyuwangi.
"Harapan kami, di masa new normal ini, warga yang terdampak secara ekonomi ini bisa kembali menjalankan aktivitas ekonominya. Penghasilannya mulai berangsur normal. Yang jualan mulai jualan lagi, UMKM juga mulai dapat orderan kembali. Namun, jangan lupa tetap disiplin terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Biar ekonomi jalan, Covid-19 bisa ditahan," jelasnya.
Anas juga mengungkapkan bahwa jaring pengaman sosial dalam menghadapi pandemi ini, masih cukup aman hingga Desember mendatang. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang disiapkan oleh Banyuwangi mencapai Rp 125 Miliar. Dari anggaran tersebut, telah terserap sebesar Rp 74 Miliar.
"Ini akan cukup untuk mengcover berbagai program jaring pengamanan sosial hingga akhir tahun. Sedangkan untuk sektor terdampak lain yang tidak tercover dalam BTT, akan dilakukan penganggaran pada perubahan anggaran keuangan mendatang," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya