PKS Sebut Perempuan yang Bilang Jokowi Bakal Hapus Pendidikan Agama Bukan Kader

Selasa, 5 Maret 2019 17:20 Reporter : Salviah Ika Padmasari
PKS Sebut Perempuan yang Bilang Jokowi Bakal Hapus Pendidikan Agama Bukan Kader Tangkapan layar video seorang perempuan sebut Jokowi bakal hapus pendidikan agama. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Sulawesi Selatan, Ariady Arsal mengatakan perempuan dalam video diduga sedang kampanye hitam bukan kader partai. Meski perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut memakai atribut PKS.

"Namanya orang, siapa saja, di mana saja bisa berpakaian PKS. Dan mungkin bisa jadi juga simpatisan, tapi video yang beredar itu saya yakin pasti bukan kader apa lagi pengurus PKS karena PKS tidak seperti itu karakternya. Bahwa sekarang ini suasana politik sedang memanas jelang Pilpres, bisa jadi apa saja muncul," kata Ariady Arsal saat ditemui di kantor Bawaslu Makassar, Selasa (5/3).

Kedatangan Ariady ke Bawaslu Makassar untuk dimintai klarifikasi terkait kasus baliho Caleg-nya yang diduga melanggar UU Pemilu.

Dibeberkannya, kalau kader PKS mudah ketahuan identitasnya, tingkat keanggotaannya dan di level mana. Beda dengan simpatisan, menurutnya susah ditebak.

"Kami sangat menyedihkan kalau ada orang yang menggunakan inisial-inisial PKS untuk lakukan black campaign, karena pimpinan Partai PKS sudah sampaikan ke kami di berbagai forum, dalam kampanye yang kita lakukan tidak boleh ada sama sekali black campaign, yang kita harus lakukan adalah positif campaign. Itu arahan resmi dari presiden partai, dan saya sangat yakin orang yang menyampaikan ini,(dalam video) itu bukan kader apalagi pengurus partai," ulang caleg PKS untuk DPR RI Dapil Sulsel I.

Adapun dalam video tersebut menunjukkan seorang perempuan yang mengenakan baju ada gambar padi dan dua bulan sabit mirip lambang PKS, diduga melakukan kampanye hitam.

Dalam video berdurasi 00.45 detik tersebut, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya berbicara mengenai pendidikan agama yang akan dihapus oleh Jokowi, dan pesantren-pesantren akan dijadikan sekolah umum. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini