PKB Ingatkan Fandi Utomo yang jadi Caleg dan Ingin Maju Pilwali Surabaya

Rabu, 23 Januari 2019 23:36 Reporter : Moch. Andriansyah
PKB Ingatkan Fandi Utomo yang jadi Caleg dan Ingin Maju Pilwali Surabaya Fandi Utomo minta dukungan Muslimat NU. ©2018 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Politisi PKB Fandi Utomo selain maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo, dia juga ingin maju dalam Pilwali Surabaya 2020. Sayang, strategi politik mantan anggota Komisi II DPR RI ini dinilai merugikan pencalegkannya karena berdasarkan hasil survei, elektabilitas Fandi makin merosot.

Melihat hal ini, PKB pun memperingatkannya. "Fandi jangan anggap remeh hasil survei. Jadikan survei itu cambuk buat untuk melakukan intropeksi," kata Sekretaris DPC PKB Surabaya, Mazlan Mansyur kepada wartawan, Rabu (23/1).

Survei yang dimaksud Mazlan itu merujuk pada Lembaga Surabaya Survei Center (SSC), yang sempat merilis hasil risetnya pada periode 20-31 Desember 2018 lalu tentang Pilwali Surabaya 2020. Dalam rilisnya waktu itu, SSC mencatatkan nama Fandi jauh di bawah elektabilitas Whisnu Sakti Buana dengan 15,4 persen.

Bahkan, Fandi juga kalah dengan musisi Ahmad Dhani Prasetya yang bertengger di posisi empat, yaitu 4,5 persen. Fandi sendiri berada di urutan ke enam setelah Armuji (5,5 persen). Elektabilitas Fandi hanya 4,3 persen.

"Ini bukan berarti mempercayai penuh hasil survei, tetapi tetap jangan mengabaikan hasil survei," lata Mazlan yang juga ketua Komisi B DPRD Surabaya ini.

Sementara Ketua PKB Surabaya, Musyafak Rouf mengatakan, sebagai Caleg dan Cawali Surabaya 2020, Fandi perlu diruwat agar elektabilitasnya kembali meroket seperti saat Pileg 2014 lalu.

"Perlu diruwat lagi supaya kembali ke jalan yang benar. Apalagi Fandi kan Caleg unggul," canda Musyafak.

Sementara Fandi sendiri, saat menghadiri rilis SSC beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa dia maju di Pilwali Surabaya hanya sekadar memberi pendidikan politik ke masyarakat.

"Saya sendiri selaku Caleg dari PKB dan sekaligus yang mengajukan isu soal wali kota sejak awal. Saya ingin menyatakan bahwa ada isu lain yang lebih penting di samping isu presiden dan isu legislatif,": dalihnya.

Menurutnya, isu Pilpres sudah begitu banyak memenuhi ruang publik. Sehingga, katanya, perlu ada penyegaran isu dengan mengangkat masalah Pilwali Surabaya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini