Hampir 30 Persen Pelamar Pasukan Oranye di Jakarta Lulusan Sarjana

Gubernur DKI Pramono Anung menyebut pendaftaran PPSU kebanjiran pelamar; hampir 30% lulusan sarjana dan pendaftar harian bisa melebihi 100.000.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira- Reporter
Hampir 30 Persen Pelamar Pasukan Oranye di Jakarta Lulusan Sarjana
<p>Lalu lintas di Jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat berangsur normal pada Jumat (29/8/2025) pagi. Sisa-sisa demo semalam masih berbekas dan tengah dibersihkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye. (Liputan6.com/Maulandy)  </p>

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti ketatnya persaingan mencari kerja di Jakarta. Hal ini terlihat dari banyaknya pelamar yang mendaftar sebagai petugas Pasukan Oranye atau Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Bahkan, hampir 30 persen pelamar di antaranya merupakan lulusan sarjana.

Pramono mengatakan, tingginya jumlah pencari kerja juga terlihat saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka lowongan untuk Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) maupun posisi lainnya. Dalam sehari, jumlah pendaftar disebut bisa mencapai lebih dari 100.000 orang.

“Dan itu terlihat dari begitu ada lowongan pekerjaan yang dibuka apakah itu PJLP ataupun apapun, dalam satu hari yang daftar bisa 100.000 lebih. Dalam satu hari,” kata Pramono di acara Jakarta Contributors Award 2026, Kamis (15/10/2026).

Menurut Pramono, fenomena tersebut menggambarkan ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Selain itu, kemudahan akses teknologi memungkinkan masyarakat mendaftar pekerjaan secara daring begitu lowongan dibuka.

Turunkan Persyaratan Pendidikan

Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah menurunkan persyaratan pendidikan bagi calon petugas PPSU. Jika sebelumnya pelamar diwajibkan memiliki ijazah SMA, kini persyaratan tersebut diturunkan menjadi minimal lulusan SD.

“Bahkan untuk Pasukan Oranye sebagai contoh, yang dulu syaratnya SLTA, saya sengaja turunkan syaratnya tinggal SD. Yang daftar adalah hampir 30 persen sarjana,” ujar Pramono.

Dia menilai, banyaknya lulusan sarjana yang melamar menjadi petugas Pasukan Oranye menunjukkan sulitnya kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat. Pramono juga menyinggung situasi ekonomi global yang semakin ketat dan turut memengaruhi persaingan dalam mendapatkan pekerjaan.

“Artinya apa? Artinya memang kondisi dunia, ekonomi global sedang tight sekali,” tandasnya.

Rekomendasi