Pj Wali Kota Palembang sindir Kadis LHK tak becus atasi sampah jelang Asian Games
Merdeka.com - Masalah sampah rumah tangga yang jarang terangkut membuat Pj Wali Kota Palembang Akhmad Najib angkat bicara. Dia menyindir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat untuk tes darah dan jantung.
Menurut Najib, permasalahan sampah sudah menjadi perbincangan publik dan perhatian DPRD. Bahkan, legislatif memanggil DLHK Palembang untuk menjelaskan persoalan yang dihadapi.
"Hadapi itu, jelaskan semuanya. Tapi sebelum itu, Kepala DLHK harus tes darah dan jantung terlebih dahulu," ungkap Najib, Rabu (15/8).
Dikatakannya, jika sampah terus dibiarkan menumpuk akan berdampak buruk. Sebab, Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan dimulai.
"Kalau kepala dinasnya punya terobosan tidak bakal jadi begini. Jangan jadi alasan armada kurang, tidak ada dana lalu seperti ini, jangan bikin malu Palembang," ujarnya.
Terkait isu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan yang sudah penuh, Najib membantahnya. Menurut dia, TPA itu masih bisa menampung sampah sampai tiga tahun ke depan.
"Masih layak kok digunakan, untuk tiga tahun lagi masih cukup," kata dia.
Sementara itu, Kepala DLHK Palembang, Faizal AR mengatakan, saat ini kapasitas TPA Sukawinatan tinggal tiga hektar lagi sehingga tidak memungkinkan untuk menampung sampah. Karenanya, TPA tersebut ditutup untuk sementara dan dialihkan ke TPA Karya Jaya.
"Banyak kendalanya kalau tetap angkut ke Sukawinatan, armada membuang sampah bisa berjam-jam, belum lagi akses jalan. Makanya truk sampah hanya bisa satu kali sehari beroperasi, tidak maksimal," kata dia.
Dia mengaku sudah melaporkan pemindahan pengangkutan sampah ke TPA Karya Jaya ke atasannya dan Kementerian LHK. Kebijakan tersebut dalam rangka Asian Games yang bebas tumpukan sampah di pembuangan sementara.
"Sekarang tidak lagi ada orang ribut sampah belum terangkut," pungkasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya