Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpinan Ponpes di Solo Deklarasi Pemilu Damai

Pimpinan Ponpes di Solo Deklarasi Pemilu Damai Pimpinan Ponpes di Solo Deklarasi Pemilu Damai. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Solo mendeklarasikan Pemilu (Pemilihan Umum) Damai 2019. Deklarasi damai dilakukan di Ponpes Ta'mirul Islam Tegalsari dan Ponpes AL Muayyad, Mangkuyudan Jalan KH Samanhudi, Laweyan, Solo, Selasa (27/11).

Di Ta'mirul Islam, deklarasi dibacakan pimpinan pondok Muhammad Halim dan diikuti oleh para santriwati. Sementara di Al Muayyad deklarasi dibacakan pimpinan pondok Faisol Rozaq didampingi kepala sekolah SMA, pengasuh, santriwan dan santriwati.

Pimpinan Ponpes Ta'mirul Islam, Muhammad Halim mengaku prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di mana isu politisasi agama membuat masyarakat terpolarisasi. Untuk itu ia mengimbau tokoh agama bisa meredam situasi tersebut.

"Kondisi ini memang membuat kita prihatin, tokoh-tokoh agama harus bisa meredam. Jangan sampai justru menambah suasana menjadi lebih panas," ujarnya.

Akan lebih baik, menurutnya, jika para tokoh agama bisa duduk bersama. Perlu adanya pemahaman jika Pemilu atau Pilpres adalah agenda politik biasa yang tidak perlu diresahkan. Sehingga umat Islam harus tetap bersatu dan menjaga kondusifitas bangsa, agar aman, tentram dan damai.

"Alhamdulilah kalau di Solo sudah ada komitmen bersama bahwa kita akan terus mengadakan Musyawarah. Kita duduk bersama, Alhamdulillah sudah berkali-kali, setiap ada masalah kita bahasa, kita duduk bersama," tandasnya.

Ungkapan senada dikemukakan Pimpinan Ponpes Al Muayyad, Faishol Rozaq. Pihaknya selalu mengimbau keluarga pondok maupun masyarakat agar menyikapi kondisi saat ini dengan arif dan bijaksana.

"Kita selalu berusaha untuk tidak terpancing dengan isu-isu terkait Pilpres dan Pileg. Kita mengimbau untuk selalu akur meskipun beda pilihan, tetap menjaga kerukunan. Karena jemaah dan alumni kita juga macem-macem. Itu sudah wasiat dari para pendiri Pondok, agar kita selalu arif, bijaksana dan tidak grusa-grusu," ungkapnya.

Adapaun isi deklarasi tersebut pertama berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua mendukung demokrasi berkualitas, tanpa hoaks, fitnah dan ujaran kebencian, serta mengedepankan kejujuran, kebenaran serta menolak upaya-upaya yang dapat mengakibatkan perpecahan di masyarakat yang dapat menciderai Pancasila dan UUD 1945. Terakhir, pimpinan kedua Ponpes mengimbau segenap komponen bangsa Indonesia untuk saling bekerja sama dan bertanggung jawab moral dalam menjaga dan menjamin rasa aman, tentram dan damai dalam kehidupan bermasyarakat.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP