Pimpinan DPR yakin Fahri dan Akom tak tekan BPK agar diberi opini WTP

Kamis, 28 September 2017 11:17 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pimpinan DPR yakin Fahri dan Akom tak tekan BPK agar diberi opini WTP Ade Komarudin diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto meyakini tidak ada tekanan dari koleganya Fahri Hamzah dan mantan Ketua DPR Ade Komarudin kepada BPK untuk memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan DPR. Namun, Agus mengklaim semua pimpinan mengetahui audit laporan keuangan yang dilakukan DPR.

Anggota VII badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Eddy Mulyadi menyebut pihaknya memberikan opini WTP kepada DPR karena takut dimarahi oleh Fahri dan Ade. Kesaksian Eddy disampaikan saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pejabat Kemendes terhadap auditor BPK.

"Kami yakini kami tidak ada penekanan-penekanan sama sekali, apalagi saya. Saya kan tidak pernah melakukan hal-hal sepeti itu. Dan rasanya, hal-hal penekanan itu tidak ada," kata Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9).

Agus menyebut pimpinan akan membahas tudingan Eddy tersebut. Dia berharap, semua pimpinan DPR bisa hadir untuk membahas lebih detil masalah pemberian opini WTP dari BPK.

"Tentunya kita akan membahas lebih lanjut detil apakah betul ini ada dan tidak. Tapi sampai saat ini kami masih tidak ada permasalahan," tegasnya.

Sebelumnya, Eddy Mulyadi Soepardi mengaku tak ingin DPR mendapatkan opini yang buruk atas laporan pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK. Alasannya, kata Eddy, ketua DPR saat itu Ade Komarudin (Akom) dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bisa marah.

"Saya bilang jangan turun opininya karena Akom bisa marah, Fahri marah. BKKBN opini WDP, DPD agak berat kalau untuk WDP. Saya meminta untuk DPR MPR untuk WTP agar bisa amandemen," kata Eddy saat menjadi saksi dua pejabat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang didakwa menyuap auditor BPK di Tipikor.

Hal itu untuk mengonfirmasi soal percakapan Eddy dengan Rochmadi Saptogiri, auditor BPK sekaligus tersangka atas kasus ini, melalui sambungan telepon. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini