Petani Karet di Sumsel Diserang Hama Gugur Daun, Produksi Turun 50 Persen

Jumat, 26 Juli 2019 01:06 Reporter : Irwanto
Petani Karet di Sumsel Diserang Hama Gugur Daun, Produksi Turun 50 Persen penyadap pohon karet. ©2016 wordpress.com

Merdeka.com - Sejak tiga tahun terakhir, petani karet di Sumatera Selatan mengalami kerugian akibat diserang hama gugur daun. Tak tanggung-tanggung, getah hasil sadapan menurun mencapai 50 persen.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Alpian mengungkapkan, serangan itu terjadi di seluruh daerah yang penghasil karet. Berdasarkan statistik perkebunan dari tahun 2017 hingga 2018 kebun karet yang terserang gugur daun seluas 787.903 hektar. Sedangkan pada triwulan I tahun ini serangan gugur daun mencapai 400.000 hektar.

"Gugur daun menyebabkan produksi karet menurun drastis. Pada 2017 sampai 2019 tinggal 971,479 ton dan sampai triwulan satu tahun ini tinggal sekitar 583.000 ton," ungkap Rudi, Kamis (25/7).

Menurut dia, serangan itu diakibatkan rata-rata gulma yang ada di kebun sudah menjadi inang. Agar tanah kembali subur, petani harus rajin melakukan pemupukan secara berkala.

"Jika pupuk dimaksimalkan, bisa mencegah gugur daun, otomatis berpengaruh terhadap getah yang dihasilkan," ujarnya.

Selain pupuk, cara jitu menyiasatinya adalah gerakan pemuda gulma atau sanitasi lingkungan secara massal. Sebab, jika kebun di sebelahnya tidak dibersihkan maka inangnya akan kembali lagi.

Pengendalian gulma dengan cara dimulai pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, gulma dicabut dan dimasukkan dalam lubang lalu ditimbun dengan tanah supaya menjadi kompos. Tujuannya menekan resiko serangan organisme pengganggu serta untuk mendapatkan unsur hara dan sinar matahari.

"Gerakan ini akan berjalan efektif dan berhasil jika dilakukan serentak, maka kita anjurkan masyarakat pekebunan karet mengikuti arahan pemerintah," pungkasnya. [bal]

Baca juga:
Produksi Karet Indonesia Terancam Penyakit Tanaman Asal Malaysia
Langkah Mentan Amran Atasi Merosot Harga Karet dan Sawit
Tekan Impor, Pemerintah Genjot Hilirisasi Industri Karet dan Plastik
Indonesia Diundang di Pameran Industri Plastik dan Karet Terbesar Dunia
Pemerintah Patok Kuota Ekspor 941.791 Ton Karet Hingga Juli 2019
Indonesia Kurangi Ekspor Karet, Pemerintah Harap Harga Bisa Naik Menjadi USD 2 per Kg

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Industri Karet
  3. Perkebunan
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini