Personel gabungan telah berhasil mengangkut sekitar 450 ton sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari pertama operasi. Kegiatan ini merupakan respons terhadap penumpukan sampah yang signifikan di area pasar. Seluruh sampah yang berhasil diangkut tersebut langsung dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyatakan bahwa masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah di lokasi. Dwi berharap proses penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat diselesaikan sesuai jadwal. Penanganan ini ditargetkan rampung pada Minggu lusa.
Kegiatan pengangkutan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, Dinas LH DKI Jakarta, dan Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta. Mereka mengerahkan puluhan armada truk dan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan. Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Volume Sampah dan Tantangan Pengangkutan
Pada hari pertama operasi, personel gabungan berhasil mengangkut sekitar 450 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati. Meskipun demikian, perkiraan menunjukkan bahwa masih ada sekitar 1.300 ton sampah yang perlu ditangani. Seluruh sampah yang terangkut langsung dibawa menuju TPST Bantar Gebang untuk proses lebih lanjut.
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, menjelaskan bahwa volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati meningkat drastis selama musim buah. Kemampuan penanganan sampah rutin di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari, namun timbulan sampah bisa mencapai 220 ton per hari pada periode tertentu. Kondisi ini menyebabkan akumulasi atau 'tabungan' sampah sekitar 60 ton setiap harinya.
Antrean panjang di TPST Bantar Gebang menjadi salah satu kendala utama dalam kelancaran pengangkutan sampah. Beberapa truk hanya mampu melakukan satu rit perjalanan karena hambatan ini, padahal idealnya bisa dua kali. Selain itu, kondisi cuaca di TPST Bantar Gebang juga sangat memengaruhi operasional pembuangan sampah.
Advertisement
Dwi Firmansyah menambahkan, jika terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, layanan pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang akan dihentikan sementara. Hal ini dapat memperlambat proses penanganan sampah Pasar Induk Kramat Jati secara keseluruhan. Oleh karena itu, koordinasi dan pemantauan cuaca menjadi krusial dalam upaya ini.
Advertisement
Strategi Pengerahan Armada dan Personel
Untuk memaksimalkan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, personel gabungan mengerahkan 20 armada truk dari rencana awal 23 unit, karena tiga unit mengalami kendala teknis. Delapan unit armada berasal dari Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, delapan unit dari Dinas LH DKI Jakarta, serta empat unit dari UPS Badan Air Dinas LH DKI Jakarta. Armada-armada ini berhasil melaksanakan total 31 rit pengangkutan pada hari pertama.
Sudin LH Jakarta Timur juga turut mengerahkan 25 armada perbantuan untuk penanganan sampah secara intensif. Armada ini terdiri dari 13 unit kendaraan berat (dump truck), 10 unit tronton, dan dua unit sekop (shovel loader). Pengerahan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses pemindahan dan pengangkutan sampah di area pasar yang luas.
Selain armada, Sudin LH Jakarta Timur melibatkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan. Sumber daya manusia ini sangat penting untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efisien. Prioritas diberikan pada armada pengangkut sampah agar dapat melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju TPST Bantar Gebang.
Advertisement
Strategi pengerahan personel dan armada yang terkoordinasi ini diharapkan dapat mengatasi volume sampah yang tinggi. Dengan demikian, penumpukan sampah tidak akan mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar. Kolaborasi antar unit ini menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanganan sampah Pasar Induk Kramat Jati.
Advertisement
Peraturan dan Target Penanganan
Penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini ditargetkan rampung pada Minggu lusa. Target ini ditetapkan agar kondisi pasar dapat kembali bersih dan nyaman bagi para pedagang serta pengunjung. Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam waktu lima hari ke depan.
Langkah penanganan ini diambil menyusul peningkatan volume sampah yang signifikan, terutama saat musim buah, yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar. Penanganan sampah sejatinya dilakukan setiap hari, namun pada periode tertentu, volume sampah melampaui kapasitas penanganan rutin. Oleh karena itu, intervensi khusus ini sangat diperlukan.
Upaya pengangkutan sampah ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan, khususnya kawasan komersial. Regulasi ini menjadi landasan hukum bagi tindakan yang diambil pemerintah daerah.
Advertisement
Dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan menetapkan target yang jelas, pemerintah daerah berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Penanganan sampah Pasar Induk Kramat Jati yang efektif akan mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kepatuhan terhadap jadwal dan koordinasi yang baik menjadi faktor penentu keberhasilan.
Sumber: AntaraNews