Perjuangan Tak Kenal Lelah 1.729 Peserta di Audisi Umum PB Djarum 2025: Mimpi Jadi Atlet Bulutangkis Profesional

Ribuan atlet muda berjuang keras di Audisi Umum PB Djarum 2025 di Kudus, mengulang asa demi meraih Super Tiket dan mengikuti jejak para legenda bulutangkis Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perjuangan Tak Kenal Lelah 1.729 Peserta di Audisi Umum PB Djarum 2025: Mimpi Jadi Atlet Bulutangkis Profesional
Ribuan atlet muda berjuang keras di Audisi Umum PB Djarum 2025 di Kudus, mengulang asa demi meraih Super Tiket dan mengikuti jejak para legenda bulutangkis Indonesia. (Merdeka.com)

Rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2025 telah memasuki tahap turnamen yang mendebarkan di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sejak tanggal 8 September hingga puncaknya pada 12 September, ajang pencarian bakat bulutangkis ini menjadi magnet bagi para atlet muda dari berbagai penjuru Nusantara.

Dari total 1.729 peserta yang antusias mengikuti proses seleksi awal, kini tersisa 383 atlet belia yang harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka. Mereka berjuang keras agar bisa melaju ke babak berikutnya dan selangkah lebih dekat dengan mimpi mereka untuk bergabung dengan klub bulutangkis legendaris tersebut.

Ajang Audisi Umum PB Djarum ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga panggung pembuktian bagi banyak wajah lama yang pernah mencicipi kerasnya persaingan di tahun-tahun sebelumnya. Mereka kembali dengan tekad yang lebih kuat, berharap kali ini impian mereka untuk meraih Super Tiket dapat terwujud.

Semangat Juang Atlet Muda Tak Padam

Salah satu peserta yang menunjukkan semangat juang luar biasa adalah Jisrel Elfiano Lumoindong, talenta asal Manado, Sulawesi Utara, yang tergabung di kelompok U-11 Putra. Ini merupakan partisipasi ketiganya dalam Audisi Umum PB Djarum, setelah sebelumnya mengikuti pada tahun 2022 di usia 7 tahun dan kembali di tahun 2023.

Pada partisipasi pertamanya, Jisrel berhasil melaju hingga tahap turnamen hari pertama, sebuah pencapaian yang memicu semangatnya untuk terus berjuang. Keberhasilan sang kakak, Aurellia Florenza Lumoindong, yang telah lebih dulu bergabung dengan PB Djarum sejak 2023, semakin menginspirasi Jisrel untuk tidak menyerah.

“Di tahun 2024, saya memang sengaja tidak ikut Audisi Umum PB Djarum karena ingin fokus latihan untuk meningkatkan kemampuan,” ungkap Jisrel yang kini berusia 10 tahun. “Tahun ini saya kembali berjuang di Kudus dan optimis melangkah lebih jauh dari sebelumnya serta meraih Super Tiket. Saya ingin mengikuti jejak kakak yang sudah berhasil menjadi atlet PB Djarum dengan banyak prestasi.”

Perjuangan tak kenal lelah juga diperlihatkan oleh Natthania Alaika Djamal, peserta KU 12 Putri dari PB Anugerah Denpasar. Tahun lalu, Attha, sapaan akrabnya, berhasil meraih Super Tiket dan melaju ke Tahap Karantina, namun gagal bergabung karena kondisi fisik yang kurang optimal. “Tekad saya menjadi atlet bulutangkis semakin bulat usai berhasil melangkah hingga tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2024,” ujar Attha. “Tahun ini, saya lebih percaya diri bisa mewujudkan mimpi menjadi atlet PB Djarum, karena sudah melakukan persiapan lebih matang dan menjaga kondisi kesehatan.”

Menariknya, Attha berjuang dengan hasil keringatnya sendiri untuk kembali ke Kudus. Ia mengumpulkan 'modal' dari berbagai turnamen yang dijuarainya pada tahun 2024, termasuk Juara 1 Kejurprov Bulutangkis Bali dan Juara 1 Anugerah LMATS Open 2024. “Kegagalan tahun lalu membuat saya semakin giat berlatih dari hari Senin sampai Sabtu, tiga jam setiap harinya bersama PB Anugerah, ditambah latihan fisik sendiri,” kata Attha, yang telah menyukai bulutangkis sejak 2022. “Hadiah yang saya dapat selama mengikuti turnamen selalu saya tabung supaya bisa kembali ke Kudus tahun ini dan mewujudkan mimpi menjadi atlet PB Djarum.”

Kualitas Peserta Meningkat dan Kriteria Seleksi

Hendrawan, Juara Dunia Tunggal Putra tahun 2001 yang kini menjabat sebagai Technical Advisor Men's & Women's Singles PB Djarum, menegaskan pentingnya Audisi Umum untuk menjaga regenerasi atlet masa depan. Ia melihat bahwa tiga kelompok usia yang disasar—U-11, KU 11, dan KU 12—adalah usia yang tepat untuk pembinaan sejak dini.

“Saya melihat secara general talenta-talenta yang ada di Audisi Umum PB Djarum 2025 hampir merata,” kata Hendrawan. “Perlu ditekankan bahwa bakat-bakat yang terpilih bukan berarti nantinya pasti akan menjadi juara. Kami tentu berusaha memberikan yang terbaik agar talenta mereka terus berkembang, tapi tentu banyak faktor yang mempengaruhi mereka dapat sukses atau tidaknya di masa depan.”

Mengenai kriteria yang dicari, Hendrawan menekankan bahwa teknik dasar serta daya juang menjadi acuan utama untuk nantinya dipoles saat resmi bergabung dengan klub. “Di Audisi Umum ini, kriteria yang kami cari tentunya sudah memiliki kemampuan dasar cukup lengkap secara teknik dasar bermain, footwork, dan semangat juang,” jelasnya. “Kemudian, di tahap karantina kami bisa melihat lebih jelas lagi kesehatan fisik, karakter, dan mental pemain apakah sudah siap untuk ditempa menjadi seorang atlet.”

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Penasihat Teknik PB Djarum, juga memantau langsung bakat para peserta. Mereka menilai bahwa kualitas pebulutangkis belia dari berbagai daerah di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. “Audisi Umum tahun ini saya melihat lebih baik ya secara kualitasnya. Tapi bukan hanya kualitas yang kami lihat, mental bertanding, daya juang dan sektor lainnya juga kami perhatikan,” ujar Liliyana.

Tontowi menambahkan, “Saya juga lihat tahun ini kualitasnya lebih baik. Ada beberapa atlet yang saya lihat bagus secara teknik dan semangatnya tinggi, mudah-mudahan bisa konsisten dan masuk ke karantina. Semoga audisi ini bisa melahirkan bibit-bibit unggul dan menjadi pemicu anak-anak supaya bisa lebih termotivasi dan semangat lagi menjadi atlet bulutangkis profesional.” Liliyana juga mengapresiasi perjuangan peserta yang ikut audisi lebih dari sekali, menandakan keinginan besar mereka untuk bergabung dengan PB Djarum. “Mereka yang belum berhasil harus melihat patokan kualitas atlet yang bergabung PB Djarum dari audisi ini seperti apa, sehingga bisa introspeksi dan evaluasi agar di tahun depan bisa lebih baik,” pungkas Liliyana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi