Perjalanan Luar Negeri Masih Jadi Ancaman Penularan Covid-19 di Sumsel
Merdeka.com - Kasus penyebaran Covid-19 di Sumatera Selatan semakin melandai. Namun penularan virus corona dari perjalanan luar negeri masih mengancam.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri menjelaskan, penambahan pasien Covid-19 harian di provinsi itu jauh berkurang dari bulan-bulan sebelumnya. Dalam satu hari sejak sepekan terakhir paling tidak hanya terdapat dua sampai tiga kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Jauh sudah ada penurunan penularan, penyebaran virus corona di Sumsel melandai," ungkap Yusri, Kamis (4/11).
Pasien yang terpapar berasal dari klaster masyarakat. Penularan ada dari pasien sebelumnya, tertular dari perjalanan luar negeri, dan ada juga yang tidak diketahui riwayat kontak.
Pasien baru tidak hanya berasal dari satu daerah tertentu, melainkan tersebar di kabupaten dan kota. Semisal Palembang, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Banyuasin, Lubuklinggau, dan lainnya.
"Penularan dari perjalanan terutama luar negeri masih terjadi," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto mengatakan, pihaknya menginstruksikan jajaran untuk melakukan pembatasan dan pengetatan mobilitaa masyarakat. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolri dalam mengatasi risiko gelombang ketiga di masa angkutan Natal dan Tahun Baru setelah terjadi lonjakan kasus di sejumlah negara tetangga, terlebih adanya varian baru yakni AY.4.2 yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.
"Maklumat mewajibkan adanya sertifikat vaksin saat memasuki tempat publik sudah dikeluarkan. Itu salah satu upaya menekan mobilitas masyarakat," tegasnya.
Berdasarkan data dari situs dinkes.sumselprov.go.id, kasus Covid-19 aktif di Sumsel hingga 3 November 2021 sebanyak 51 pasien. Sebanyak 32 pasien di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah, 15 pasien dirawat di rumah sakit, dan 4 orang lainnya isolasi di sarana kesehatan yang tersedia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya