Pergerakan gelombang atmosfer, warga diminta waspada bencana alam
Merdeka.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada sejumlah wilayah yang diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan disertai peluang kejadian angin kencang. Wilayah yang dimaksud antara lain, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Karena itu, Sutopo mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di kawasan tersebut agar tetap waspada terhadap bencana alam.
"Waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin," kata Sutopo melalui pesan singkatnya kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (4/6).
Sutopo menuturkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di wilayah Indonesia hingga 8 Juni 2017 mendatang. Peningkatan curah hujan di awal bulan Juni 2017 dipicu oleh adanya pergerakan gelombang atmosfer sepanjang khatulistiwa yang dikenal sebagai Madden Julian Oscillation (MJO).
Diprediksi gelombang tersebut masih terus merambat ke wilayah timur Indonesia sampai lima hari ke depan, sehingga memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Selain memicu hujan lebat, fenomena ini menyebabkan munculnya potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
"Gelombang tinggi juga terjadi di beberapa perairan Indonesia seperti Laut Banda, Laut Arafuru, Laut Timor, Perairan Selatan Jawa hingga Perairan Sumba dengan ketinggian berkisar 2 sampai 4 meter," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan berintensitas tinggi mengguyur Sulawesi. Wilayah yang paling berdampak adalah Kabupaten Tolitoli dan Kota Kotamubagu. Di Tolitoli, 1 orang meninggal dunia akibat banjir yaitu Salma (60) berjenis kelamin perempuan.
Sementara di Kelurahan Mongkonai Barat Kecamatan Kotamugabu Kota Kotamugabu, dua orang hilang hanyut terbawa banjir yakni Adelia Imban (10) dan Fadel Lasaimbu (8) warga. Banjir di Sulawesi ini juga mengakibatkan sekitar 56.000 KK terdampak.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya