Perantara suap Patrialis keberatan namanya ditambah kata Muhammad

Senin, 19 Juni 2017 17:14 Reporter : Yunita Amalia
Sidang Patrialis Akbar. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Perantara suap antara mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar dengan Basuki Hariman, pengusaha importir daging sapi mempertanyakan inisial yang digunakan anak buah Basuki, NG Fenny terhadap namanya. Kamaludin selaku perantara merasa tidak memiliki tambahan nama.

"Soal MK jadi Muhammad Kamaluddin, sejak lahir saya tidak ada (nama) Muhammad nya yang mulia," kata Kamaluddin saat menyanggah kesaksian NG Fenny di persidangan, Senin (19/6).

Namun Fenny berdalih pemberian inisial tersebut hanya berlaku baginya dan Basuki saja. "Itu panggilan saya saja dengan Pak Basuki," kata Fenny.

Pada persidangan sebelumya dengan terdakwa Fenny, salah satu staf bagian keuangan CV Sumber Laut Perkasa, Kumala Dewi Sumartono menyatakan ada penukaran uang perusahaan sebesar Rp 2 miliar untuk dikonversikan menjadi Dollar Singapura.

Saat itu, ujar Dewi, penukaran uang dengan nominal tertentu harus membutuhkan sejumlah lampiran. Ia pun melaporkan hal tersebut ke Fenny.

Fenny kemudian memerintahkan Dewi mengisi catatan keuangan atas penukaran uang tersebut dengan inisial MK.

"Apakah ada pengeluaran uang yang sifatnya tidak berhubungan dengan perusahaan?" tanya jaksa kepada Dewi.

"Iya ada. Seingat saya 24 Januari saja. Saya disuruh bu Fenny beli Rp 2 miliar (pecahan mata uang SGD)," jawab Dewi.

"Seingat anda SGD 200.000 catatannya apa?" tanya jaksa lagi.

"Saya tanya, katanya tulis aja MK," ujarnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.