Penyerang Pospol sempat sesumbar ingin buat 'ramai' kampung
Merdeka.com - Pelaku penyerangan pos polisi di Tangerang, Sultan Azianzah (22) sempat membuat geger warga sekitar tempat tinggalnya di Desa Lebak Wangi, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. Dia berencana membuat gempar kampung tersebut.
"Jadi waktu itu ada omongan, sebelum tahun baru di sini bakal ramai. Dia ngomong gitu ke ketua korlap salah satu Orman pas lagi nongkrong," ujar teman Sultan, Nurdiansyah (21) ketika ditemui di lokasi, Kamis (20/10).
Tapi, kata Nurdiansyah, dia bersama teman-teman laignya tidak menanggapi hal itu dengan serius. Mereka pun saat itu tak paham dengan maksud ucapan Sultan. "Ya kita cuma iya-iya saja, enggak kita tanggapi," katanya.
Nurdiansyah justru memilih tidak melanjutkan pembicaraan. "Ya saya baru ingat mungkin dia pernah omong gitu, ini yang dimaksud (penyerangan)," tuturnya.
Seperti diketahui, Sultan melakukan penyerangan di Pospol Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10) pagi. Penyerangan terjadi sekitar Pukul 07.10 WIB, saat petugas tengah mengatur lalu lintas.
Sultan menyerang dua anggota polisi Bripka Sukardi dan Iptu Bambang H dengan senjata tajam sehingga mengalami luka tusukan di bagian punggung dan dada. Kapolsek Tangerang Kompol Efendi sempat menembak Sultan di bagian kaki. Namun, Sultan melakukan perlawanan dan menyerang Efendi hingga mengalami luka tusukan serius di bagian dada. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya