Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyemprotan Disinfektan Berhenti, Warga Samarinda Demo Sebut Pemkot Kehabisan Dana

Penyemprotan Disinfektan Berhenti, Warga Samarinda Demo Sebut Pemkot Kehabisan Dana Warga Samarinda demo penyemprotan disinfektan. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Puluhan warga Samarinda, Kalimantan Timur, berunjuk rasa sejak siang hingga sore ini. Mereka menuntut Pemkot, kembali lakukan penyemprotan disinfektan di jalur jalan yang dilalui tim pemakaman jenazah Covid-19, yang terhenti sepekan terakhir. Warga menyebut, Pemkot kehabisan dana operasional BBM, sehingga penyemprotan terhenti.

Demo dilakukan warga 3 RT Jalan Serayu, Tanah Merah, Samarinda Utara. Setiap hari, jalan yang di kiri kanan ramai permukiman warga itu, dilalui tim pemakaman, menuju pemakaman Raudhatul Jannah, khusus jenazah pasien Covid-19.

"Setiap hari lewat depan rumah. Satu minggu ini enggak ada penyemprotan disinfektan," kata warga Serayu, Winarsih (38), ditemui merdeka.com, Senin (5/10) sore.

Pantauan merdeka.com di lokasi, demo warga itu, sambil membentangkan poster berisi tulisan. "Terakhir, minggu lalu, nyemprot pakai mobil pikap. Sebelumnya pakai truk pemadam. Sekarang setop nyemprot disinfektan," ujar Winarsih.

"Jelas kami khawatir penularan. Kami pernah tanyakan kenapa nggak ada penyemprotan lagi? Karena nggak ada uangnya (buat beli BBM solar armada Damkar) jawabnya," sebut Winarsih

Di lokasi, Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro mencoba memediasi warga. "Polres siap melakukan penyemprotan," kata Rengga, di hadapan warga Serayu, dan Lurah Tanah Merah, Joko.

warga samarinda demo penyemprotan disinfektan©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Lurah Tanah Merah Joko, menjadi perwakilan Pemkot Samarinda. Dia sendiri tidak tahu alasan terhentinya penyemprotan disinfektan. "Saya tidak tahu secara jelas. Tapi, setiap ada kendala, seperti tidak ada penyemprotan, kita koordinasikan dengan BPBD, dan akan dikoordinasikan," kata Joko.

Joko tidak menampik, warga sempat urunan uang untuk membeli BBM solar armada Dinas Damkar Samarinda, setelah 3-4 pekan lalu, juga sempat terhenti melakukan penyemprotan disinfektan. Dana itu, lalu digunakan untuk mengoperasionalkan mobil pikap, sambil membawa tandon berisi disinfektan.

"Iya, tempo hari sempat urunan dari relawan untuk beli BBM (solar). Iya, belum ada (tindak lanjut soal itu) sampai sekarang," pungkas Joko. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP