Tiga orang pengedar menyelundupkan narkotika jenis sabu dari China ke Riau dengan modus dibungkus kemasan teh Kaisar. Namun, saat serbuk haram seberat 3 kilogram itu tiba di Pekanbaru, mereka ditangkap tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.
"Petugas berhasil menggagalkan peredaran sabu dengan berat tiga kilogram yang dibungkus dalam teh aksara mandarin dengan lambang kaisar," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Selasa (9/4).
Menurut Sunarto, temuan kali ini merupakan penyelundupan narkoba jenis sabu k empat yang ditemukan Polda Riau. Bungkusnya teh tapi tanpa huruf kapital, dan hanya huruf China semua dengan lambang kaisar.
"Tiga pengedar ditetapkan sebagai tersangka yaitu warga Pekanbaru inisial YN (40), S (40) dan Jh (50). Serta seorang warga Kota Dumai, inisial RA (28)," kata Sunarto.
Pengungkapan pada akhir Maret 2019 lalu itu dilakukan di tiga lokasi berbeda di Kota Pekanbaru. Pertama, penangkapan dilakukan di Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 3 dini hari, polisi menggerebek sebuah rumah di Jalan Lumba-Lumba. Di sana ditemukan satu kilogram sabu yang telah dipisah menjadi paket kecil 100 gram, dan siap diedarkan.
Dari penggerebekan itu, polisi menangkap 3 orang warga Pekanbaru. Kemudian polisi kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, Ra, pemuda dari Dumai ditangkap di Hotel Alpha Pekanbaru, tidak jauh dari lokasi pertama.
Petugas hanya menyita plastik bekas sabu dan alat isap bong. Polisi pun melakukan interogasi dan kembali melakukan pengembangan di sebuah kos-kosan jalan Kapling.
Di situ, polisi menyita dua paket besar sabu bungkus teh aksara Mandarin yang merupakan jenis terbaru yang diungkap Polda Riau. Kedua paket sabu tersebut ditemukan dari jok sepeda motor.
"Keempat tersangka merupakan jaringan narkoba Dumai-Pekanbaru. Namun, peran mereka hanya kurir, sementara bandar dan pengendali masih dalam pengembangan," jelasnya.
Polisi masih mendalami asal serbuk haram itu. Meskipun, dia menduga tiga kilogram narkoba yang berpotensi dapat merusak satu juta generasi bangsa itu berasal dari China.