Penyelidikan Dugaan Penyidik Polres Jaksel Peras Pelapor Diharapkan Transparan

Selasa, 14 Januari 2020 23:51 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Penyelidikan Dugaan Penyidik Polres Jaksel Peras Pelapor Diharapkan Transparan Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Polda Metro Jaya diharapkan transparan menyelidiki dugaan pemerasan dilakukan mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya Ghalib. Dugaan kasus pemerasan itu sebelumnya diungkap Indonesia Police Watch (IPW).

"Saya minta Kapolda Metro Jaya bergerak cepat memerintahkan Propam menyelidiki dan mengungkap kasus ini secara transparan," kata Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni, Selasa (14/1).

Sahroni menekankan bahwa di tengah gencarnya Polri membangun profesionalisme dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat, kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh AKBP Andi Sinjaya dirasa mencoreng wajah polri.

Namun sebagai institusi penegak hukum yang mengedepankan asas praduga tak bersalah, Sahroni meminta Polda Metro Jaya secara terbuka melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Presidium IPW Neta S Pane sebagai pihak yang mengangkat kasus tersebut ke publik. Pelapor Budianto dan Andi Sinjaya sebagai para pihak yang diduga berkaitan dengan dugaan pemerasan senilai Rp 1 miliar pun perlu diperiksa.

"Kita menganut Asas presumtion of innocent dalam penegakan hukum. Agar semua terang benderang dan tidak ada fitnah maka Polda wajib memeriksa Neta Pane, Budianto, dan Andi Sinjaya," tukas Sahroni.

Hal ini menurut Sahroni perlu dipastikan mengingat kesimpangsiuran informasi sebagaimana diberitakan media massa terkait kasus tersebut. Di satu sisi, Neta S Pane mengembuskan isu dugaan pemerasan oleh Andi Sinjaya, di sisi lain pihak kepolisian membantahnya.

"Institusi polri tidak boleh dikacaukan oleh informasi yang masih dipertanyakan validitasnya. Kalau memang pemerasan itu benar ya diungkap, sebaliknya jika tidak benar dan fitnah harus ditindaklanjuti lewat mekanisme hukum yang berlaku," jelas Sahroni.

1 dari 1 halaman

Pelapor Bantah Penyidik Polres Jaksel Peras Rp 1 M Agar Kasus Dilimpahkan

Pelapor Budianto membantah informasi terkait Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib meminta uang Rp 1 miliar untuk menangani laporan kasus.

"Oknum pengacara berinisial Al yang meminta uang dengan mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan," kata Budianto kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (14/1).

Budianto juga menyampaikan permohonan maaf karena telah menyeret nama AKBP Andi Sinjaya terkait pemberitaan pemerasan yang dituduhkan kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Budianto menuturkan latar belakang persoalan dirinya memberitahukan kepada pengamat polisi Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane karena mempertimbangkan laporan yang tidak kunjung ada perkembangan sejak 2014.

"Saya meminta maaf kepada Pak Kasat, saya tidak menduga sampai seperti ini," ujar Budianto.

Budi menjelaskan kronologi permintaan uang senilai Rp 1 miliar itu disampaikan oleh seorang pengacara yang ditemuinya di salah satu kedai kopi di sebuah mall pada akhir Desember 2018.

Dari pertemuan tersebut Budi menceritakan dirinya punya perkara yang sudah hampir dua tahun mandek di Polres Metro Jakarta Selatan.

Perkara tersebut adalah perebutan objek tidak bergerak di Jalan Kuningan Barat Raya No 29 seluas kurang lebih 400 meter persegi, terjadi 4 Maret 2018.

Ia mengatakan perkara tersebut sudah berjalan, namun kedua tersangka yakni MY dan S tidak kunjung juga ditahan atau diproses.

Dari pertemuan tersebut Budi mengharapkan perkaranya berjalan dan oknum pengacara yang mengatasnamakan Kasat Polrestro Jaksel tersebut menjanjikan akan menyelesaikan perkara tapi butuh Rp 1 M.

"Katanya untuk operasional supaya penyidik tidak main-main lagi dan perkara berjalan," kata Budi.

Budi tidak menyanggupi permintaan tersebut karena tidak punya uang.

Ia juga punya bukti isi obrolan via wa kepada oknum yang menerangkan uang tersebut diperuntukkan untuk operasional penyidik.

Karena kesal perkara keduanya mandek hampir dua tahun, Budi memutuskan melapor ke Indonesia Police Watch (IPW).

"Saya lapor ke IPW 15 Desember 2019 karena saya murka, laporan saya yang pertama 2014 sudah enam tahun mandek, sekarang laporan kedua saya mau dua tahun enggak juga jalan," kata Budianto.

Kepada IPW Budi meminta agar perkara dia dirilis bahwa ada oknum penyidik yang meminta uang senilai Rp 1 miliar untuk perkaranya.

Dalam laporan yang emosional tersebut Budi mengaku tidak menjelaskan siapa sebenarnya yang meminta sejumlah uang tersebut.

"Saya baru bilang itu penyidik tidak menyebutkan detail yang minta adalah oknum pengacara mengatasnamakan Kasat," kata Budi.

Rencananya Budi akan mengungkap siapa oknum yang memintanya uang Rp1 miliar pada saat dirinya dipanggil oleh Propam Polda Metro Jaya pada Rabu (15/1).

"Nanti saya akan ungkap semua di sana," kata Budi.

Atas kasus ini, Budi mengapresiasi kinerja Sat reskrim Polres Metro Jakarta Selatan yang telah memproses dua laporannya terkait perebutan objek barang tidak bergerak yang kini dikuasainya.

Budi juga berterimakasih kepada IPW karena telah memproses laporannya dan mengawasi kinerja kepolisian, sehingga masyarakat sepertinya mendapat kepastian hukum.

"Saya mengapresasi kinerja Sat Reskrim, dua perkara saya diproses. Saya juga berterimakasih dengan IPW mengkoreksi, adanya IPW mengoreksi kinerja kepolisian, ternyata ada pihak-pihak yang cari keuntungan menjual nama Kasat dan Kapolres," kata Budi.

"Saya juga minta maaf ke Pak Kasat, bahwa ini semua karena emosi, emosi saya dalam perkara ini, dalam laporan saya," kata Budi. [gil]

Baca juga:
Pelapor Luruskan Kabar Penyidik Polres Jaksel Peras Rp 1 M Agar Kasus Dilimpahkan
Dugaan Kasus Penyidik Polres Jaksel Peras Pelapor Didalami Propam Polda Metro
Kucing-kucingan IndoXXI
Sedang Kurvey, Anggota Brimob Ditembak KKB di Kenyam
IPW Tuding Penyidik Polres Jaksel Peras Pelapor Rp1 M Agar Kasus Dilimpahkan
Polisi Berkuda Ramaikan CFD
Polda Metro Tegaskan Tidak Ada Penyidik Dicopot Karena Kasus

Topik berita Terkait:
  1. IPW
  2. Polisi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini