Penumpang Lion Air di Denpasar tegang, AP gantikan dengan Boeng 747?
Merdeka.com - Kisruh Lion Air di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, berimbas pula pada penumpang Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali Jumat (20/2).
Sejak Kamis (19/2) malam, penumpang sudah terlantar untuk penerbangan ke Jakarta. Pada Jumat (20/2) siang, terpaksa pihak PAP I Ngurah Rai mengalihkan dengan pesawat lain hingga mentransfer Boeng 747 GT 033 jurusan ke Jakarta.
Pihak Bandara Ngurah Rai menyiasati hal tersebut dengan penerbangan lain, dengan mentransfer penumpang ke sejumlah bandara sekitarnya, seperti melalui Bandara di Bandung, Jogja, Solo, Surabaya. Untuk selanjutnya diterbangkan kembali ke Jakarta.
CO GM PT Angkasa Pura, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, IGN Ardita katanya itu akibat penundaan pesawat dan pembatalan penerbangan dari maskapai Lion Air yang menuju Jakarta. Namun hal tersebut sudah diantisipasi agar tidak terus bertambah, dengan memberangkatkan penumpang tersebut dengan cara mentransfer ke sejumlah bandara yang ada di sekitarnya.
"Kemarin (19/2) yang sempat terjadi antrean, tapi untuk sekarang sudah mulai normal kembali dan kita terus antisipasi ini. Penumpang kita transfer ke sejumlah bandara di Solo, Surabaya, Bandung, Jogja dengan diberangkatkan Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air sendiri," terang Ardita.
Lanjut Ardita menjelaskan, untuk Jumat (20/2) sore pukul 18.15 WITA, pihaknya juga telah menyiapkan pesawat Boeng 747 untuk terbang ke Jakarta dengan no penerbangan GT 033. Untuk mengantar penumpang yang masih tersisa akibat insiden di Jakarta tersebut.
Total pesawat maskapai Lion Air yang mengalami permasalahan terkait penerbangan ke Jakarta, kata Ardita, Ada 7 pesawat yang delay dan di transfer ke sejumlah bandara sekitar dan 2 penerbangan yang tidak terbang (non operate).
"Kami telah menjalin komunikasi dan bekerjasama dalam menangani masalah ini, baik mentransfer dan menginformasikan terkait hal itu. Sejauh ini pihak Lion Air juga kooperatif dan telah bertanggung jawab melayani keluhan penumpang tersebut," ujar Ardita.
Salah seorang penumpang yang masih tertinggal mengaku tegang dan resah lantaran belum juga ditransfer untuk pemberangkatan.
"Sudah 4 jam saya di sini sendiri, sedangkan penumpang yang lainnya enak sudah berangkat ke Jakarta karena mereka punya uang. Bagaimana nasib saya di sini?," ujar Della.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya