Penjelasan Polda Metro soal viral polisi serobot pintu tol

Selasa, 4 September 2018 15:29 Reporter : Ronald
Penjelasan Polda Metro soal viral polisi serobot pintu tol Polisi terobos pintu tol. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya menjelaskan terkait video viral polisi menyerobot pintu tol. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menyampaikan permintaan maaf atas ulah anak buahnya.

"Seharusnya kan dia menunggu, setelah mobil itu lewat. Baru dia ke kanan, buka akses itu kan. Baru dia lewat tapi dia gak buka akses, tahu-tahu dia dibuka mobil itu langsung lewat. Karena sudah lewat aksesnya tutup lagi pintu. Kena lagi. Saya sampaikan permohonan maaf saya kepada pengendara itu, kalau ada kerusakan dan sebagainya tanggungjawab," kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (4/9).

Lantas ia menjelaskan fakta yang terjadi. Ia mengatakan setiap petugas keamanan telah diberikan kartu akses masuk tol. Termasuk kendaraan Yusuf wajib melewati palang tol.

"Pakai kartu, kaya mobil saya, ada kartu khusus dari Jasa Marga," jelasnya.

Kartu akses tol itu, kata Yusuf, diberikan saat pertandingan Asian Games 2018 berlangsung. Sehingga, semua petugas wajib melewati proses saat hendak memasuki tol.

"Termasuk mobil pengawalan-pengawalan Asian Games, apalagi itu, itu memang diprioritaskan pengawalan. Pengawalan ini nggak ada masalah. Cuma ini masalahnya, kan seharusnya anggota ini kan sebelah kanan membuka akses itu, ada aksesnya itu. Tapi dia itu langsung sebelah kiri. Karena ada mobil yang mau buka akses, pada saat pintunya terbuka, anggota duluan. Masuk tanpa membuka akses," jelasnya.

Sebelumnya, beredar video polisi mengendarai sepeda motor menyerobot Gerbang Tol Senayan. Video durasi 22 detik itu diunggah Agus (44) pemilik akun Facebook Zenrin Zen.

Agus mengatakan kejadian itu terjadi Minggu (2/9) saat ia hendak menuju rumahnya di Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 05.54 WIB. Video tersebut terekam melalui kamera yang terpasang di dashboard mobil.

"Saya itu habis ngedrop (mengantar) istri saya yang mau CFD (car free day) di depan CIMB Niaga itu. Saya pulang dan lewat jalan tol itu," ujar Agus ketika dihubungi.

Di gerbang tol tersebut, ia melakukan tap kartu ke mesin gerbang tol otomatis (GTO) sebagai langkah pertama memasuki jalan tol. Di gerbang tol itu Agus melihat ada seorang polisi mengendarai motor besar berhenti di dekat palang tol.

"Saya selesai tap malah dia (polisi) masuk jalan tol. Palang jadinya tertutup dan saya harus tap lagi," kata Agus.

Dalam kejadian itu, Agus mengaku telah membunyikan klakson untuk memberhentikan polisi tersebut. Namun, klakson itu tak digubris oleh petugas tersebut.

"Ya sudah akhirnya saya nge-tap lagi sajalah dan melanjutkan perjalanan," ujarnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini