Penjelasan Mendikbud Nadiem soal UN 2020 Ditiadakan

Selasa, 24 Maret 2020 13:39 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Penjelasan Mendikbud Nadiem soal UN 2020 Ditiadakan Mendikbud Nadiem Makarim rapat di DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Mendikbud Nadiem Makarim resmi menghapus Ujian Nasional 2020. Keputusan ini diambil setelah dirinya mengadakan rapat dengan Komisi X DPR RI secara online.

"Setelah kami pertimbangkan dan diskusi dengan presiden dan instansi di luar kami putuskan membatalkan ujian nasional 2020," ucap Nadiem, Jakarta, Selasa (24/3).

Nadiem mengatakan alasan pembatalan ujian nasional 2020 karena terlalu beresiko di tengah pandemik Corona yang sedang terjadi di Indonesia. Nadiem mengatakan UN yang dilakukan secara massal akan berbahaya tidak hanya untuk para siswa melainkan juga untuk keluarganya.

"Alasan no satu prinsip dasar Kemendikbud adalah keamanan dan kesehatan siswa-siswa kita dan keamanan keluarga siswa-siswa itu, kalau melakukan UN di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan resiko kesehatan," Kata Nadiem.

"Bukan hanya siswa-siswa tapi juga keluarga dan kakek nenek karena jumlah sangat besar 8 juta yang tadinya dites UN, tidak ada yang lebih penting dari pada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020," lanjutnya.

Selain itu Nadiem menambahkan bahwa ujian nasional sudah tidak lagi sebagai syarat kelulusan ataupun syarat seleksi masuk ke perguruan tinggi, sehingga dirasa penghapusan UN ini tidak terlalu berdampak terhadap pendidikan di Indonesia.

"Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi, saya rasa di kemendikbud, lebih banyak risikonya dari pada benefit untuk lanjutkan UN," ucapnya.

Nantinya Nadiem berharap sekolah-sekolah dapat menerapkan ujian secara online untuk para siswa, atau juga bisa menentukan kelulusan dengan cara yang ditentukan oleh peraturan dari masing-masing sekolah.

"Tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas, ujian sekolah bisa diadministrasi lewat banyak opsi misalnya online atau angka 5 semester lain itu ditentukan masing-masing sekolah," lanjutnya.

Terakhir Nadiem mengingatkan untuk seluruh masyarakat khususnya anak muda untuk melakukan instruksi pemerintah yaitu social distancing dan physical distancing. Karena, resiko penularan Corona bisa terjadi

"Sekali lagi saya ingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk serius mengikuti social distancing dan physical distancing terutama yang tinggal dengan orang tua di atas 60, itu merupakan hal yang luar biasa semua anak muda dipastikan menjaga jarak dari orang lanjut usia karena mereka paling rentan," tutup Nadiem. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini