Penjelasan Lengkap Balai Besar Taman Nasional Soal Gempa di Gunung Gede

Masyarakat di sekitar kaki gunung diminta tetap siaga dan waspada.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Penjelasan Lengkap Balai Besar Taman Nasional Soal Gempa di Gunung Gede
Penjelasan Lengkap Balai Besar Taman Nasional Soal Gempa di Gunung Gede (Merdeka.com)

Gempa bumi mengguncang Gunung Gede, Jawa Barat. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat informasi dari Badan Geologi, aktivitas gempa vulkanik dan tektonik di Gunung Gede terus menurun, namun masyarakat di sekitar kaki gunung diminta tetap siaga dan waspada.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan, aktivitas gempa vulkanik dan tektonik paling tinggi terjadi pada Selasa (1/4) sebanyak 49 kali gempa dan terus menurun selama lima hari terakhir.

"Lima hari terakhir aktivitas kegempaan terus menurun, hanya gempa tektonik yang terjadi 2-3 kali. Hingga saat ini kami belum mendapat laporan terkait aktivitas gempa vulkanik di Gunung Gede," kata Agus Deni, Senin (7/4). Dikutip dari Antara.

Pengawasan dan pemantauan terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan Badan Geologi terkait perkembangan Gunung Gede, serta terus mengimbau masyarakat di kaki gunung tetap waspada karena ditakutkan aktivitas gunung berapi dapat meningkat sewaktu-waktu.

Sedangkan terkait pendakian pihaknya belum dapat memastikan apakah diperpanjang atau tidak, karena menunggu hasil pemantauan hingga 7 April apakah aktivitas gunung masih membahayakan atau sudah normal sehingga dapat dibuka aktivitas pendakian.

"Kita tunggu hasil pemantauan pada tanggal 7 April apakah sudah dapat dibuka pendakian atau belum dari Badan Geologi, kalau sudah normal kita buka kalau belum kemungkinan diperpanjang," bebernya.

Masyarakat diminta waspada meski radius berbahaya di angka 600 meter dan aktivitas kegempaan menurun karena Gunung Gede merupakan gunung api aktif.

Berdasarkan data dari Badan Geologi, aktivitas Gunung Gede meningkat sejak 1 April 2025, hingga Kamis tercatat 47 gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Status atau tingkat aktivitas masih dalam kategori normal, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada dan tidak mendaki atau mendekati kawah Gunung Gede.

Gunung Gede berpotensi mengeluarkan gas gunung api yang berbahaya terutama dalam radius 600 meter dari kawah Wadon, rata-rata durasi gempa yang terjadi mulai dari 4 detik hingga 17 detik.

Bahkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi, pihaknya kembali menutup pendakian ke gunung Gede-Pangrango sampai tanggal 7 April yang sebelumnya sudah ditutup selama tiga bulan guna pemulihan ekosistem.

Rekomendasi